Batulicin (ANTARA) - Pemerintah Daerah Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, terus berikhtiar semaksimal mungkin dalam menangani kasus kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di sejumlah wilayah dengan melaksanakan shalat Istisqa untuk memohon kepada Allah SWT agar diturunkan air hujan.
"Sebagai manusia, kita juga menyadari bahwa segala ikhtiar memiliki keterbatasan. Karena itu, pada hari ini kita melaksanakan salat istisqa, memohon kepada Allah SWT agar berkenan menurunkan hujan yang cukup, membawa keberkahan, memberikan manfaat bagi kehidupan, serta menjadi rahmat bagi seluruh alam dan masyarakat kita," kata Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif di Batulicin, Selasa.
Dalam panjatan doa, para jamaah menunjukkan kepasrahan dan ketergantungan secara penuh hanya kepada Allah SWT.
Sekaligus pada momen ini juga sebagai sarana introspeksi diri untuk memperbanyak istigfar, bertaubat atas segala dosa, dan memperbaiki diri secara kolektif.
Menurut Bupati, musim kemarau saat ini berpengaruh terhadap ketersediaan air bersih, pertanian, perkebunan, dan aktivitas masyarakat di Kalimantan Selatan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, dampak kemarau tidak cukup ditangani melalui langkah-langkah teknis. Oleh sebab itu pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya untuk membantu masyarakat yang terdampak terdampak khususnya pada kasus karhutla.
Baca juga: Upaya pemadaman karhutla di Tanah Bumbu terus ditingkatkan
"Kita menyadari bahwa manusia tetap memiliki keterbatasan dalam menghadapi keadaan. Namun melalui ikhtiar ini kita akan mendapatkan ketenangan hati, menghindarkan diri dari rasa cemas, gelisah, atau beban hidup berlebihan karena yakin Allah mengatur segalanya dengan takdir terbaik," ucap Bupati.
Bupati mengajak akar kita semua saling membantu dan ikut memastikan saudara-saudara disekeliling kita yang membutuhkan tetap mendapatkan akses terhadap air bersih dan kebutuhan dasar lainnya.
Selain menghadapi dampak kekeringan, masyarakat juga perlu menjaga lingkungan selama musim kemarau. Bupati menilai upaya tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk mencegah dampak yang lebih besar.
"Kepada seluruh masyarakat, saya mengajak untuk menghemat penggunaan air, menjaga sumber-sumber air, tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu kebakaran lahan, serta bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan kita," pintanya. ujarnya.
BPBD Tanah Bumbu mencatat, sebanyak 29 kejadian kebakaran hutan dan lahan sepanjang periode Juli-Agustus 2026. Total luas lahan yang terbakar mencapai 100,74 hektare, dan luas lahan yang berhasil ditangani mencapai 52,25 hectare.
Pewarta: Sujud Mariono
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.