Daftar Isi
Jakarta -
Penggunaan obat antivirus Oseltamivir pada pasien influenza sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan. Pemberian obat tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi pasien dan berdasarkan pertimbangan dokter.
Ahli farmakologi Dr dr Dewi Selvina Rosdiana, MKes mengatakan, berdasarkan hasil studi meta-analisis yang membandingkan penggunaan Oseltamivir dengan placebo pada anak berusia di bawah 18 tahun yang mengalami influenza tanpa komplikasi dan menjalani perawatan rawat jalan, terdapat manfaat tertentu dari penggunaan obat tersebut.
Perbedaan yang bermakna secara statistik terlihat ketika Oseltamivir diberikan kurang dari 24 jam setelah gejala influenza mulai muncul, pada anak usia di bawah 6 tahun, serta pada anak yang tanpa asma dan infeksinya benar-benar terbukti disebabkan oleh virus influenza melalui pemeriksaan laboratorium.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oseltamivir ini betul dapat memperpendek durasi penyakit secara statistik, namun kalau kita lihat pemberian Oseltamivir ini pada kelompok anak tadi dengan virus influenza tanpa komplikasi di rawat jalan itu hanya mengurangi durasi sakit, kelamaan sakit rata-rata sekitar 18 jam, kurang dari satu hari," katanya dalam konferensi pers, Senin (28/9/2026).
dr Dewi menggambarkan, jika kelompok yang mendapat Oseltamivir sembuh pada pagi hari, anak yang mendapatkan placebo atau yang tidak memperoleh Oseltamivir baru sembuh pada malam harinya. Dengan demikian, perbedaan durasi penyakit antara kedua kelompok tersebut hanya kurang dari satu hari.
"Artinya berdasarkan bukti yang ada saat ini studi meta-analisis ini dilakukan pada 2.500 sekian pasien anak yang sakit dengan influenza tanpa komplikasi yang dengan rawat jalan, ini belum terdapat bukti yang cukup kuat bahwa Oseltamivir memberikan manfaat klinis yang bermakna dalam memperpendek lama sakit," katanya.
Jadi, pemberian Oseltamivir pada anak sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien dan tentu dengan pertimbangan dokter.
Kemudian, meski penggunaannya dikatakan relatif aman, hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa anak yang mendapat Oseltamivir mengalami risiko efek samping.
"Anak yang mendapatkan Oseltamivir memiliki risiko mengalami efek samping muntah 1,6 kali lebih tinggi dibandingkan anak yang mendapatkan placebo atau tidak mendapatkan obat Oseltamivir," katanya.
Siapa yang perlu Mendapat Obat Antivirus Influenza?
Penggunaan obat antivirus untuk influenza diprioritaskan pada pasien dengan kondisi tertentu.
The US Center for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan antivirus untuk terapi influenza terutama pada pasien yang memerlukan rawat inap, pasien dengan kondisi berat atau komplikasi, serta pasien yang memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi.
"Penggunaan Oseltamivir disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien dan harus berdasarkan pertimbangan dokter," pungkasnya.
(elk/up)