Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:52 WIB
Maluku Utara, VIVA -Presiden Prabowo Subianto memulai komersialisasi dan pembangunan 11 proyek hilirisasi di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis, 8 Oktober 2026. Proyek dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp180 triliun tersebut mencakup pengembangan industri baterai kendaraan listrik hingga alat berat berbasis listrik.
Baca Juga
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Prabowo juga melepas ekspor perdana baterai kendaraan listrik. Pengembangan industri di kawasan IWIP ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan nilai tambah sumber daya alam melalui pengolahan dan pengembangan industri di dalam negeri.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebelum menghadiri acara utama, Prabowo meninjau sejumlah fasilitas industri di kawasan IWIP. Fasilitas yang dikunjungi meliputi industri material baterai atau precursor, pengolahan nikel, hingga industri aluminium.
Baca Juga
Prabowo juga mengunjungi Wisma Tsingshan untuk melihat stan yang menyajikan informasi mengenai perkembangan kawasan industri, termasuk pembangunan ekosistem industri dan investasi yang telah maupun sedang dikembangkan.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menjelaskan bahwa proyek yang diluncurkan mencakup industri yang telah memasuki tahap komersialisasi dan proyek baru yang mulai dibangun.
Baca Juga
Menurut Rosan, pengembangan tersebut meliputi material baterai berbasis nikel, separator baterai kendaraan listrik, komponen elektronik baterai, aluminium, hingga alat berat berbasis listrik.
“Ini bergerak dari material baterai berbasis nikel, kemudian proyeksi baterai, aluminium elektrolit, alat berat berbasis listrik itu yang sudah selesai,” kata Rosan seperti dikutip VIVA dari laman Sekretariat Kabinet, Minggu (11/10/2026).
Ia menjelaskan, proyek yang akan memasuki tahap pembangunan antara lain fasilitas material baterai berbasis nikel, separator baterai kendaraan listrik, komponen elektronik baterai, serta pengembangan industri aluminium. Selain itu, terdapat proyek alat berat berbasis listrik untuk kebutuhan truk, pertambangan, dan industri, serta photovoltaic glass untuk industri energi surya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Truk Listrik untuk Pertambangan dan Industri
Masuknya alat berat berbasis listrik dalam daftar proyek hilirisasi menjadi salah satu bagian dari pengembangan industri di kawasan IWIP. Proyek tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan truk dan alat berat yang digunakan di sektor pertambangan maupun industri.
Halaman Selanjutnya
Meski demikian, dalam keterangan yang disampaikan pemerintah, belum dirinci spesifikasi kendaraan, kapasitas produksi, maupun jadwal operasional fasilitas alat berat listrik tersebut.