Syarat Trump soal “Perjanjian Abraham” buat tim negosiator kaget - ANTARA News Gorontalo

2026/07/24

Washington (ANTARA) - Permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar Arab Saudi bergabung dengan Perjanjian Abraham (Abraham Accords), sebagai bagian dari kesepakatan nuklir yang sebelumnya diumumkan, telah mengejutkan tim negosiator nuklir AS.

Gedung Putih menyatakan ketentuan baru itu telah lama menjadi tujuan Trump dan seharusnya tidak mengejutkan, menurut laporan CNN pada Kamis (23/7), dengan mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Kebingungan bermula dari pengumuman Menteri Energi AS Chris Wright yang dilakukan secara terburu-buru terkait kesepakatan yang belum final, meskipun Gedung Putih telah meminta agar pengumuman tersebut ditunda.

Menurut sumber CNN, situasi itu membuat Trump marah dan memicu perselisihan internal di pemerintahannya. Pembicaraan awal mengenai kesepakatan tersebut berlangsung pada April 2025, saat Wright melakukan kunjungan luar negeri pertamanya ke Arab Saudi.

Sebelumnya, Trump mengatakan kesepakatan kerja sama nuklir antara AS dan Arab Saudi bergantung pada keikutsertaan Saudi dalam Perjanjian Abraham.

Kesepakatan yang diumumkan Departemen Energi AS pada Rabu (22/7) itu memberikan akses yang lebih luas bagi perusahaan asal AS terhadap program energi nuklir Arab Saudi.

Perjanjian Abraham adalah serangkaian kesepakatan mengenai normalisasi hubungan diplomatik, ekonomi, dan keamanan antara Israel dengan beberapa negara Arab. Perjanjian itu dimediasi AS pada tahun 2020 di masa pemerintahan Trump periode pertama.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Trump kejutkan negosiator dengan syarat "Perjanjian Abraham" ke Saudi

Pewarta: Fransiska Ninditya
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.