Minggu, 18 Oktober 2026, 18:28 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis studi terbaru mengenai kualitas kepemimpinan 31 tokoh nasional pada Oktober 2026. Hasil penilaian terhadap 200 opinion leaders menempatkan Mahfud MD di posisi teratas, sementara skor Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berada di bawah sejumlah tokoh lainnya.
Mahfud memperoleh skor rata-rata 7,6 dari skala 0 hingga 10. Mantan Menko Polhukam tersebut dinilai memiliki rekam jejak yang menonjol, terutama dalam aspek integritas, komitmen terhadap demokrasi, dan penegakan hukum.
Di bawah Mahfud, sejumlah tokoh meraih skor rata-rata 7,0. Mereka adalah mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, akademisi hukum tata negara Zainal Arifin Mochtar, serta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Perhatian tertuju pada skor Anies dan Ahok yang tercatat lebih tinggi dibandingkan Prabowo dan Gibran. Dalam studi tersebut, Prabowo memperoleh nilai rata-rata 5,1, sedangkan Gibran mencatatkan skor 4,4.
Penilaian itu melibatkan 166 akademisi atau ilmuwan dan 34 jurnalis senior. Mereka diminta mengevaluasi rekam jejak serta kualitas kepemimpinan para tokoh berdasarkan sepuluh indikator, mulai dari kompetensi, empati, integritas, dan kemampuan memimpin hingga komitmen terhadap demokrasi, kesejahteraan umum, profesionalisme TNI/Polri, serta politik luar negeri bebas aktif.
Baca Juga: Menuju 2 Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Ungkap Agenda Hilirisasi Rp225 T
Hasil studi tersebut menggambarkan penilaian para responden terhadap kualitas kepemimpinan tokoh nasional berdasarkan indikator yang digunakan SMRC. Namun, skor tersebut merupakan penilaian kelompok opinion leaders yang menjadi responden penelitian, bukan gambaran langsung mengenai pandangan seluruh masyarakat Indonesia.
Perbedaan nilai antara para tokoh pun menjadi sorotan dalam diskusi publik mengenai kepemimpinan nasional. Meski demikian, hasil penilaian ini perlu dipahami sesuai cakupan responden dan metode yang digunakan, bukan sebagai ukuran tunggal untuk menentukan kualitas kepemimpinan seseorang.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy