Survei: Menabung tetap jadi prioritas warga Selandia Baru di tengah tekanan biaya hidup
Jumat, 24 Juli 2026 16:53 WIB
Arsip foto - Warga berjalan di kawasan pertokoan di Auckland, Selandia Baru, November 2021. (ANTARA/Reuters/Fiona Goodall)
Wellington (ANTARA) - Survei yang dirilis pada Kamis menunjukkan bahwa warga Selandia Baru terus membuat anggaran dan menabung meskipun tekanan biaya hidup terus berlanjut.
Temuan baru dari Indeks Kondisi Tabungan (State of Savings Index) 2026 Kiwibank menunjukkan 61 persen responden mengatakan menabung masih menjadi tantangan, dengan 74 persen dari kelompok itu menyebutkan biaya hidup, khususnya pengeluaran untuk bahan kebutuhan sehari-hari, sebagai hambatan terbesar dalam menabung.
Di antara 59 persen warga Selandia Baru yang memiliki anggaran, 85 persen mengatakan mereka secara umum tetap mematuhi anggaran itu, sementara 44 persen melaporkan menabung secara teratur, menurut survei tahunan tersebut.
Sekitar 39 persen mengatakan mereka telah melakukan perubahan secara sadar untuk meningkatkan tabungan, termasuk mengurangi pengeluaran yang tidak penting, mengubah kebiasaan berbelanja bahan makanan, dan membatalkan langganan.
Survei itu juga menemukan 40 persen responden telah berutang untuk memenuhi kenaikan biaya hidup, paling sering melalui layanan "beli sekarang, bayar nanti" atau pinjaman dari keluarga dan teman.
Beberapa kelompok menghadapi tekanan yang lebih besar dibandingkan kelompok lainnya, di mana etnis Maori, masyarakat Pasifik, penyewa properti, dan perempuan lebih cenderung mengaku kesulitan menabung, menurut survei yang melibatkan 1.534 penduduk Selandia Baru berusia 18 tahun ke atas pada bulan Juni tersebut.
Penerjemah: Xinhua
Pewarta : -
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.