Sungai Kapuas surut, Pertamina optimalkan Terminal Penyangga Tayan

2026/09/17

Pontianak (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan Terminal Penyangga Tayan-Sanggau untuk memperkuat penyaluran BBM, khususnya Biosolar, ke wilayah hulu Kalimantan Barat akibat surutnya Sungai Kapuas.

"Melalui Terminal Penyangga Tayan-Sanggau, kami memperkuat kapasitas penyaluran Biosolar sekaligus mendekatkan titik suplai ke wilayah hulu Kalimantan Barat," kata Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun di Pontianak, Kalbar, Kamis.

Edi mengatakan fasilitas tersebut mulai dioperasikan sejak 8 September 2026 sebagai titik suplai tambahan.

Menurut Edi, koordinasi dilakukan bersama pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemangku kepentingan terkait untuk mendukung operasional fasilitas serta menjaga kelancaran distribusi BBM.

“Kami memahami pentingnya BBM bagi mobilitas dan kegiatan ekonomi masyarakat. Karena itu, kami terus mengoptimalkan distribusi agar pengiriman ke SPBU tetap berjalan hingga wilayah hulu,” katanya.

Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan. Informasi maupun laporan dugaan penyimpangan penyaluran BBM dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135.

Fuel Terminal Manager Sintang Risky Firmansyah mengatakan kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino menyebabkan kondisi perairan yang menjadi jalur distribusi BBM mengalami penyusutan.

Surutnya Sungai Kapuas berdampak terhadap akses kapal suplai menuju Fuel Terminal Sintang maupun terminal alternatif di Sanggau. Kondisi tersebut mendorong Pertamina menyesuaikan jalur pengiriman agar pasokan tetap berjalan.

“Penyaluran sebelumnya kami optimalkan melalui jalur darat dari Integrated Terminal Pontianak. Kini, dukungan Terminal Penyangga Tayan-Sanggau memungkinkan Biosolar dipindahkan langsung dari kapal ke mobil tangki melalui sistem direct loading,” kata Risky.

Menurut dia, pola tersebut membuat mobil tangki dapat langsung mengangkut Biosolar dari kapal menuju SPBU sehingga jarak dan waktu pengiriman ke wilayah hulu dapat dipangkas.

Terminal Penyangga Tayan-Sanggau mendukung penyaluran Biosolar ke Kabupaten Sanggau, Sintang, Melawi, Sekadau, dan Kapuas Hulu. Volume pengiriman disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah serta kondisi akses distribusi.

Selain kendala perairan, Pertamina juga memperhitungkan dampak asap kebakaran hutan dan lahan terhadap perjalanan mobil tangki. Jarak pandang yang terbatas menjadi pertimbangan dalam menentukan waktu dan jalur pengiriman.

Baca juga: BPH Migas: Distribusi BBM di Kalimantan Barat aman dan terkendali

Baca juga: Pertamina salurkan BBM dengan mobil tangki akibat sungai surut

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.