Selasa, 29 September 2026, 16:00 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
PT Pertamina Patra Niaga mengalihkan pola distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dengan mengoptimalkan fasilitas penyangga Tayan di Kabupaten Sanggau. Langkah ini dilakukan setelah penyusutan muka air Sungai Kapuas menghambat akses kapal pengangkut BBM menuju Fuel Terminal Sintang.
Kondisi Sungai Kapuas yang surut membuat jalur distribusi utama melalui transportasi sungai menghadapi kendala operasional. Untuk menjaga pasokan tetap berjalan, Pertamina Patra Niaga menggunakan fasilitas Tayan sebagai titik suplai alternatif.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan fasilitas penyangga Tayan menjadi bagian dari rencana kontingensi perusahaan untuk menjaga kelancaran distribusi BBM ketika terjadi gangguan pada jalur logistik utama.
“Kondisi Sungai Kapuas yang surut berdampak pada akses distribusi BBM melalui jalur sungai. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pertamina telah menyiapkan alternatif distribusi melalui fasilitas penyangga di Tayan. Fasilitas ini terus kami optimalkan agar penyaluran BBM ke Sintang dan wilayah sekitarnya tetap berjalan sesuai kebutuhan,” ujar Kitty dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2026).
Melalui fasilitas tersebut, BBM dari kapal dapat langsung dipindahkan (direct loading) ke mobil tangki untuk kemudian dikirimkan ke SPBU sesuai kebutuhan di lapangan. Skema ini memungkinkan Pertamina menyesuaikan jalur distribusi tanpa bergantung sepenuhnya pada akses menuju Fuel Terminal Sintang.
Selain memanfaatkan fasilitas Tayan, Pertamina Patra Niaga juga melakukan pemantauan terhadap kondisi Sungai Kapuas, tingkat kebutuhan BBM, serta kelancaran distribusi di wilayah terdampak. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait turut dilakukan untuk menjaga keamanan penyaluran.
Baca Juga: Pertamina Hulu Energi Dorong Asri Basin Sebagai Hub Penyimpanan Karbon Regional
Baca Juga: Sungai Kapuas Surut, Pertamina Alihkan Distribusi BBM ke Mobil Tangki
“Kami memahami bahwa BBM merupakan kebutuhan penting bagi mobilitas masyarakat maupun aktivitas perekonomian. Oleh karena itu, Pertamina terus menyiapkan dan menjalankan berbagai alternatif distribusi dengan menyesuaikan kondisi lapangan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Kami juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan,” tambah Kitty.
Pertamina Patra Niaga memastikan seluruh alternatif logistik akan terus dioptimalkan untuk menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat Sintang dan wilayah Kalimantan Barat selama kondisi Sungai Kapuas belum kembali normal.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra