Jakarta -
Sebuah sungai di Australia yang dihuni sekitar 500 buaya bakal menjadi arena pertandingan Olimpiade Brisbane 2032. Kabar itu langsung memicu perhatian publik dan pecinta olahraga.
Adalah Sungai Fitzroy di Queensland yang jadi rumah sekitar 500 buaya air asin dan akan menjadi venue dayung dan kano di Olimpiade 2032. Sungai itu dinyatakan layak setelah melalui penilaian teknis independen.
Penilaian tersebut tidak secara khusus membahas keberadaan buaya di Sungai Fitzroy. Tim penilai lebih fokus melihat kondisi sungai, termasuk cuaca, pola hujan, ketinggian air, hingga risiko banjir yang mungkin terjadi selama pelaksanaan maupun persiapan Olimpiade 2032.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penilaian itu dipesan oleh Games Independent Infrastructure and Coordination Authority (GIICA).
Mengutip BBC, Minggu (20/9/2026) dalam keterangannya, GIICA menyebut Fitzroy River Flatwater Facility saat ini memang telah digunakan sebagai tempat latihan dan pertandingan olahraga air, termasuk kejuaraan sekolah tingkat negara bagian, lomba dayung lokal, serta pemusatan latihan tim nasional.
Sebagai fasilitas dayung yang telah diakui, venue tersebut juga sudah memiliki prosedur khusus jika buaya terlihat di sekitar area pertandingan. Sebelumnya, pejabat Olimpiade telah memastikan bahwa keselamatan atlet dayung menjadi perhatian dalam penggunaan Sungai Fitzroy sebagai venue.
Kelayakan lintasan tersebut kemudian mendapat dukungan dari World Rowing dan Paddle Worldwide, yang sebelumnya dikenal sebagai International Canoe Federation.
Presiden World Rowing, Jean-Christophe Rolland, mengatakan hasil analisis teknis memberikan gambaran bahwa sungai tersebut memenuhi persyaratan pertandingan.
Kawasan Sungai Fitzroy di Queensland, Australia. (Tourism & Events Queensland)
"Berdasarkan analisis ekstensif yang telah dilakukan, kini kami mengetahui bahwa Sungai Fitzroy mampu menyediakan kondisi kompetisi yang adil selama periode Olimpiade, sesuai dengan persyaratan Dayung Olimpiade dan Paralimpiade," kata Rolland.
Hal senada disampaikan Presiden Paddle Worldwide, Thomas Konietzko. Ia menyebut kajian teknis yang dilakukan membuat pihaknya dan para atlet memiliki keyakinan terhadap kesiapan lintasan tersebut untuk menggelar pertandingan kano sprint.
"Kualitas dan kedalaman pekerjaan teknis yang dilakukan telah meningkatkan pemahaman kami mengenai arena pertandingan secara signifikan dan memberikan keyakinan kepada kami serta para atlet bahwa lintasan ini dapat menghadirkan kompetisi yang adil bagi atlet Kano Sprint," ujarnya.
Presiden Brisbane 2032, Andrew Liveris sebelumnya juga sempat merespons kekhawatiran mengenai keberadaan buaya di sungai tersebut. "Ada hiu di laut dan kami masih berselancar... ini tentang bisa dilakukan, bukan tidak bisa dilakukan, tolong ubah pola pikir di sini," katanya tahun lalu.
Sebagai informasi, Sungai Fitzroy sendiri merupakan habitat buaya air asin yang oleh masyarakat setempat disebut salties. Buaya jenis ini dapat hidup di perairan tawar maupun asin dan mampu tumbuh hingga lebih dari enam meter.
Melansir laman resmi Tourism & Events Queensland, Sungai Fitzroy ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata di kawasan Rockhampton. Area Riverside Precinct di pusat kota sebagai lokasi untuk menikmati pemandangan Sungai Fitzroy, lengkap dengan jalur pejalan kaki, ruang hijau, karya seni publik, dan pemandangan perahu di sungai.
Pemerintah Queensland juga menyebut kawasan Sungai Fitzroy memiliki jalur berjalan dan bersepeda, area piknik, tempat memancing, serta fasilitas untuk bersantai di tepi sungai. Namun, karena Sungai Fitzroy merupakan habitat buaya, pengunjung tetap diingatkan untuk menerapkan perilaku aman atau crocwise saat berada di sekitar perairan.
(upd/fem)