SUN kembangkan 450 MW energi surya selama satu dekade - ANTARA News Jawa Timur

2026/09/08

kami ingin membawa pengalaman tersebut lebih jauh melalui sistem elektrifikasi

Surabaya (ANTARA) - Perusahaan pengembang proyek tenaga surya, SUN, telah mengembangkan kapasitas energi surya lebih dari 450 megawatt (MW) melalui lebih dari 400 proyek di lebih dari 40 sektor industri selama satu dekade beroperasi di industri energi bersih.

Director of Power SUN Jefferson Kuesar mengatakan pengalaman selama 10 tahun menunjukkan transisi energi dapat berjalan seiring dengan kebutuhan industri terhadap efisiensi, keandalan, dan daya saing.

"Memasuki dekade berikutnya, kami ingin membawa pengalaman tersebut lebih jauh melalui sistem elektrifikasi yang semakin terintegrasi, dari energi bersih hingga pemanfaatannya dalam aktivitas operasional pelanggan," kata Jefferson di Surabaya, Selasa.

Ia menjelaskan, jika pencapaian tersebut sekaligus menandai fase baru pengembangan solusi elektrifikasi terintegrasi bagi sektor industri di Indonesia.

Portofolio SUN saat ini, kata dia, mencakup proyek di Indonesia, Australia, Vietnam, dan Thailand dengan sektor yang dilayani antara lain pertambangan, semen, FMCG, logistik, kertas, kemasan, elektronik, komponen otomotif, dan farmasi.

Berdasarkan estimasi produksi energi bersih pada 2026, lanjutnya, proyek-proyek tersebut diperkirakan berkontribusi terhadap pengurangan emisi sekitar 244.549 ton CO2 per tahun atau setara dengan penanaman sekitar 4,06 juta pohon.

Memasuki fase berikutnya, pihaknya juga memperluas solusi dari pengembangan PLTS menuju sistem elektrifikasi terintegrasi.

"Hal ini mencakup penyimpanan dan manajemen energi, kendaraan listrik, infrastruktur pengisian daya, serta sistem digital untuk pengelolaan energi dan armada," ucapnya.

Sementara itu, Director of Mobility SUN Karina Darmawan mengatakan elektrifikasi armada perlu dirancang sebagai bagian dari keseluruhan sistem operasional pelanggan.

"Elektrifikasi armada perlu dirancang sebagai bagian dari sistem operasional, bukan hanya melalui penggantian kendaraan," katanya.

Menurut dia, salah satu studi kasus SUN pada distributor FMCG di Jabodetabek menunjukkan penggunaan truk listrik untuk rute sekitar 50 kilometer berpotensi menghemat biaya energi hingga 83,6 persen per perjalanan dan menurunkan total biaya kepemilikan serta operasional sekitar 15 persen.

Selain elektrifikasi industri, pihaknya juga memperkuat pengembangan PLTS berskala besar dengan pipeline proyek energi surya lebih dari 40 MWp di sejumlah wilayah Indonesia yang masih berada dalam tahap pengembangan.

Menurut dia, Indonesia memiliki potensi energi surya sekitar 3.200 GWp dan perusahaan memperluas perannya sebagai Independent Power Producer (IPP) untuk mendukung pengembangan aset energi bersih jangka panjang serta visi pengembangan 100 GWp energi surya di Indonesia.

Ke depan, pihaknya akan mengintegrasikan PLTS, penyimpanan energi, manajemen energi, elektrifikasi armada, infrastruktur pengisian daya, dan sistem digital.

"Pastinya hal ini untuk membantu industri meningkatkan efisiensi operasional, ketahanan energi, serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil," tuturnya.

Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.