Sumut tingkatkan kesiagaan hadapi potensi bencana hidrometeorologi - ANTARA News Sumatera Utara

2026/09/11

Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering yang mengancam sejumlah wilayah di Sumut.

Untuk mengantisipasi risiko itu, Gubernur Sumut Bobby Nasution telah menerbitkan instruksi peringatan dini dan meminta seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat langkah mitigasi.

"Instruksi Gubernur Nomor 188.54/8/INST/2026 tentang Peringatan Dini Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Basah dan Kering di Provinsi Sumut Tahun 2026," ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumut Tuahta Ramajaya Saragih di Medan, Sabtu.

Instruksi Gubernur tersebut, lanjut dia, menjadi acuan seluruh bagi pemangku kepentingan di 33 kabupaten/kota se-Sumut guna meningkatkan mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Berdasarkan data peta risiko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, bahwa di Sumatera Utara memiliki sebanyak 14 jenis kejadian bencana alam.

Di antaranya cuaca ekstrem, banjir, kebakaran hutan, gempa bumi, letusan gunung api, tanah longsor, tsunami, kekeringan, banjir bandang, angin puting beliung, dan gelombang pasang.

Data BPBD Provinsi Sumut periode 1 Januari hingga 4 September 2026, tercatat, cuaca ekstrem menjadi bencana paling sering terjadi dengan 127 kejadian, tanah longsor 86 kejadian, banjir 73 kejadian, dan kebakaran hutan 47 kejadian.

"Cuaca ekstrem menjadi kejadian bencana yang paling dominan sepanjang 2026, disusul tanah longsor, banjir, serta kebakaran hutan dan lahan," kata Tuahta.

Hingga akhir Agustus 2026, ungkap dia, total luas kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Utara mencapai 273,87 hektare tersebar di 14 kabupaten/kota se-Sumut.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian pihaknya untuk terus memperkuat pengawasan dan penanganan di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

"Meski posisi kebakaran hutan dan lahan di Sumut peringkat delapan nasional, tapi bukan berarti kita lengah. Kita sudah menempatkan personel dan peralatan di Samosir untuk BPBD setempat," jelas Tuahta.

Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.