Sulawesi Tengah bedah 124 rumah tidak layak huni turunkan kemiskinan
Kamis, 10 September 2026 17:58 WIB
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Sulawesi Tengah Akris Fattah Yunus (kedua kiri) memaparkan program capaian pembangunan Pemprov Sulteng di Palu, Kamis (10/9/2026). ANTARA/Nur Amalia Amir
Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaksanakan program bedah 124 rumah tidak layak huni (RTLH) pada 2026 sebagai upaya menekan angka kemiskinan.
“Target tahun 2026 ini 100 unit, namun insyaallah capaian di tahun 2026 ini 124 unit. Ini melampaui dari apa yang sudah ditargetkan,” kata Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Sulawesi Tengah Akris Fattah Yunus di Palu, Kamis.
Ia menjelaskan program Berani Bedah Rumah bagian dari program Berani Sejahtera digagas Pemprov Sulteng untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat miskin sekaligus mendukung upaya menekan angka kemiskinan di Sulawesi Tengah.
Ia mengatakan pada 2025, tingkat kemiskinan Sulawesi Tengah tercatat 10,52 persen, lebih tinggi dibandingkan angka nasional 8,47 persen.
Menurut dia, sejumlah kabupaten masih memiliki tingkat kemiskinan sekitar 14 persen, di antaranya Kabupaten Tojo Una-Una, Donggala, Parigi Moutong, Poso, Banggai Kepulauan, Buol, dan Banggai Laut.
Kondisi tersebut, kata dia, menjadi salah satu alasan pemerintah provinsi mendorong penanganan RTLH, terutama bagi masyarakat miskin.
Program Berani Bedah Rumah telah diluncurkan pada Maret 2026 dengan dua skema, yakni pembangunan rumah baru dan peningkatan kualitas atau rehabilitasi rumah yang sudah ada.
Ia mengatakan dari 124 rumah tersebut, 85 unit dibangun baru, sedangkan 39 unit lainnya mendapat peningkatan kualitas atau rehabilitasi dengan total anggaran sekitar Rp7,84 miliar.
Penanganan pembangunan baru tersebar di Kabupaten Donggala 40 unit, Kota Palu 26 unit, Kabupaten Tojo Una-Una 15 unit, Banggai Laut 10 unit, Tolitoli lima unit, Buol lima unit, Banggai Kepulauan lima unit, dan Morowali Utara lima unit.
Peningkatan kualitas atau rehabilitasi dilakukan di Kabupaten Banggai tujuh unit, Parigi Moutong empat unit, dan Donggala dua unit. Anggaran untuk pembangunan satu rumah senilai Rp80 juta.
Akris menjelaskan program tersebut diprioritaskan bagi masyarakat miskin yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Berdasarkan pendataan, terdapat sekitar 80.694 RTLH yang dihuni keluarga dalam kelompok desil 1 hingga 4 di Sulawesi Tengah.
Ia menuturkan penanganan RTLH menjadi salah satu fokus pemerintah provinsi karena hunian yang layak diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat sekaligus membantu pengentasan kemiskinan.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026