Sudah Pernah Cek? Perubahan di Lidah Seperti Ini Bisa Jadi Tanda Kolesterol Tinggi

2026/08/12

Jakarta -

Kolesterol tinggi sering disebut sebagai 'silent killer' karena kerap tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, perubahan warna pada lidah disebut-sebut bisa menjadi salah satu tanda yang perlu diwaspadai.

Kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) yang terlalu tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak lemak di dalam pembuluh darah. Kondisi ini bisa menghambat aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung hingga stroke.

Lantas, benarkah warna lidah bisa menunjukkan kadar kolesterol seseorang?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lidah Ungu Disebut Bisa Jadi Tanda

Perubahan warna lidah menjadi ungu disebut dapat berkaitan dengan gangguan sirkulasi darah. Berdasarkan ulasan yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Medicine, lidah berwarna ungu dapat mengindikasikan perubahan pada pembuluh darah di bawah lidah atau sublingual.

Lidah yang tampak keunguan juga dapat dikaitkan dengan kondisi ketika aliran darah tidak berjalan optimal.

Dalam sejumlah laporan, semburat ungu pada lidah dapat terlihat sebagai bintik-bintik akibat stasis atau perlambatan aliran darah. Pembuluh darah di bawah lidah juga dapat terlihat lebih bengkok, tebal, dan gelap.

Namun, perubahan warna lidah menjadi ungu tidak spesifik menunjukkan kolesterol tinggi. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor lain, terutama gangguan yang memengaruhi sirkulasi atau kadar oksigen dalam darah.

Salah satunya adalah sianosis, yakni kondisi ketika kulit atau jaringan tubuh berubah menjadi kebiruan atau keunguan akibat rendahnya kadar oksigen dalam darah.

Sianosis dapat berkaitan dengan masalah pada paru-paru maupun jantung.

Bibir Juga Bisa Berubah Warna

Dikutip dari CNBC, selain lidah, perubahan warna pada bibir juga dapat terjadi ketika sirkulasi darah mengalami gangguan.

Bibir yang tampak merah tua atau kebiruan dapat menjadi tanda adanya perubahan aliran darah atau kadar oksigen. Meski demikian, kondisi ini juga tidak bisa digunakan sebagai penanda pasti seseorang memiliki kolesterol tinggi.

Karena itu, seseorang tidak bisa memastikan kadar kolesterol hanya dengan melihat warna lidah atau bibir.

Waspadai Gejala Lain

Kolesterol tinggi pada dasarnya sering tidak menimbulkan gejala sampai sudah menyebabkan komplikasi. Ketika plak kolesterol menumpuk dan mempersempit pembuluh darah, gejala yang muncul dapat berkaitan dengan organ yang terdampak.

Beberapa keluhan yang perlu diwaspadai antara lain nyeri dada, sensasi seperti ditusuk atau ditekan di dada, sesak napas, hingga jantung berdebar atau berdetak lebih cepat.

Namun, gejala-gejala tersebut juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain dan tidak secara otomatis berarti kadar kolesterol sedang tinggi.

Untuk mengetahui apakah kadar kolesterol tinggi, pemeriksaan darah tetap menjadi cara yang paling dapat diandalkan.

Profil lipid dapat digunakan untuk mengukur kadar kolesterol total, LDL, high-density lipoprotein (HDL), serta trigliserida.

Jadi, bila mendapati lidah atau bibir berubah warna menjadi ungu atau kebiruan, jangan langsung menyimpulkan kondisi tersebut disebabkan kolesterol tinggi.

Sebaiknya konsultasikan kepada dokter, terutama jika perubahan warna disertai sesak napas, nyeri dada, jantung berdebar, atau keluhan lain yang mengkhawatirkan.

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mencari penyebab perubahan warna sekaligus memastikan kondisi kadar kolesterol dalam tubuh.

Halaman 2 dari 2

Simak Video "Video: Mau Coba HYROX? Perhatikan Ini Dulu!"
[Gambas:Video 20detik] (naf/naf)