Suadesa Festival 2026, PGN Dorong UMKM Desa Naik Kelas di Yogyakarta

2026/08/20

AKURAT.CO Menikmati kuliner lokal, berburu produk UMKM, menyaksikan pertunjukan seni dan budaya, hingga mengikuti aktivitas peduli lingkungan dapat menjadi pilihan untuk mengisi akhir pekan sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Rangkaian kegiatan tersebut hadir dalam Suadesa Festival 2026 yang digelar PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, pada 22–23 Agustus 2026 di Kawasan Kuliner Tiyasan, Padukuhan Gandok Tambakan, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman.

Mengusung tema “Semangat Kemerdekaan untuk UMKM Desa yang Mandiri, Berdaulat, Adil & Makmur”, festival ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati berbagai kegiatan sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM dan potensi ekonomi lokal.

Baca Juga: Sampah Plastik Jadi Peluang Ekonomi Baru, PGN Dukung Pengembangan Ekosistem Daur Ulang di Cilegon

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan Suadesa Festival 2026 merupakan bagian dari upaya PGN mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan termasuk pengenalan dan pemanfaatan gas bumi melalui infrastruktur baru.

PGN melihat desa memiliki potensi besar menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi melalui UMKM, kreativitas masyarakat, budaya, dan potensi lokal.

"Karena itu, Suadesa Festival 2026 kami hadirkan sebagai ruang kolaborasi agar masyarakat menjadi pelaku utama sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi UMKM untuk berkembang melalui pemanfaatan energi ramah lingkungan yang bersaing,” ujar Fajriyah.

Selama dua hari, Suadesa Festival menghadirkan empat program utama, yakni Pasar UMKM Suadesa, Panggung Suadesa, Workshop Suadesa, dan Suadesa Peduli.

Melalui Pasar UMKM Suadesa, pelaku usaha lokal dapat memasarkan produk kuliner, kerajinan, fesyen, jasa, dan produk kreatif sekaligus memperluas jejaring dan peluang pasar.

Sementara itu, Panggung Suadesa menghadirkan pertunjukan seni tradisi masyarakat lokal serta penampilan musisi lokal dan nasional, seperti Jogja 90S, Jikustik, hingga The Rain.

Pertunjukan berlangsung pada 22–23 Agustus mulai pukul 15.30 hingga 22.30 WIB. Pengunjung cukup membawa tiga botol plastik bekas untuk menikmati rangkaian pertunjukan tersebut sebagai bagian dari ajakan mengurangi sampah plastik.

Dari sisi edukasi, Workshop Suadesa mengajak masyarakat mengenal kekayaan kuliner Nusantara melalui berbagai kegiatan, termasuk kompetisi memasak makanan tradisional berbahan lokal yang melibatkan 15 peserta dari perwakilan warga di Pedukuhan Gandok Tambakan dan Tiyasan.

Kepedulian sosial dan lingkungan juga menjadi bagian dari festival melalui Suadesa Peduli. Kegiatannya meliputi penanaman pohon, penjualan sembako murah, penguatan bank sampah desa, hingga penyaluran bantuan bagi korban bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain pemberdayaan masyarakat, Suadesa Festival menjadi medium untuk memperkenalkan Compressed Natural Gas (CNG) Silinder sebagai salah satu solusi energi bagi UMKM dan sektor komersial yang berada di luar jangkauan infrastruktur pipa gas.

“Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus mendorong masyarakat mengembangkan potensi di lingkungannya. Saya mengajak masyarakat Jogja dan sekitarnya hadir dan meramaikan Suadesa Festival 2026, sekaligus menikmati berbagai kegiatan bersama masyarakat dan pelaku UMKM lokal,” tutur Fajriyah.