Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kelompok usia di atas 40 tahun mencakup 38,2 persen dari total populasi Indonesia. Studi ini menemukan bahwa bertambahnya usia tidak selalu diikuti dengan keinginan untuk memperlambat langkah.
Baca Juga: Kissa Studio Bukti Gen Z Bisa Jadi CEO
Mereka tetap memiliki aspirasi untuk berkembang, semakin terbuka terhadap teknologi, serta memiliki cara yang berbeda dalam menentukan prioritas dan menikmati hidup.
Data BPS menunjukkan kelompok usia 55–59 tahun memiliki rata-rata pendapatan tertinggi. Mereka juga semakin terhubung dengan teknologi. Data APJII mencatat penetrasi internet mencapai 79,48 persen pada Generasi X dan 59,40 persen pada generasi yang lebih tua.
Kondisi ini memperlihatkan kelompok usia 40+ sebagai segmen yang memiliki kemampuan finansial sekaligus keterlibatan digital yang semakin kuat, namun potensinya masih belum banyak mendapat perhatian dari pemasar.
Group CEO Hakuhodo International Indonesia, Devi Attamimi, selama bertahun-tahun, para pemasar menjadikan konsumen muda sebagai sumber utama pertumbuhan. Padahal, segmen konsumen berusia 40 tahun ke atas kini mulai muncul sebagai salah satu peluang pasar terbesar.
Segmen ini tidak lagi dapat dilihat hanya dari faktor usia, tetapi juga dari semakin kuatnya kejelasan dalam menjalani hidup, kepercayaan diri, dan pengaruh yang mereka miliki.
Baca Juga: Studi Lingkungan Sespimmen Polri Dikreg ke-67 di Polresta Sidoarjo, Bahas Tantangan Kepemimpinan dan Pemberdayaan UMKM
"Inilah saatnya bagi para pemasar untuk melihat potensi besar dari segmen konsumen yang selama ini masih kurang mendapat perhatian, serta memanfaatkan potensinya untuk mendorong gelombang pertumbuhan baru," kata Devi, Kamis (3/9/2026).
Alih-alih memasuki fase penurunan, mereka justru berada di masa puncak hidupnya. Selama ini, mereka kerap dipandang hanya melalui kacamata usia, padahal mereka masih punya pengaruh dan masih sangat berdaya.
"Dengan kemampuan finansial yang kuat dan keinginan untuk tetap memanjakan diri, mereka mencari pengalaman konsumsi yang dapat membuat hidup terasa lebih berarti. Kini saatnya bagi marketer untuk melihat segmen ini sebagai potensi pertumbuhan baru yang menjanjikan," kata Senior Director of Strategy & Head of Sei-katsu-sha Lab, Rian Prabana.
====
Sebutan Prime Generation menggambarkan kelompok usia di atas 40 tahun yang memasuki fase kehidupan dengan pengalaman dan kemampuan yang telah terbangun selama bertahun-tahun, sekaligus tetap memiliki keinginan untuk berkembang dan menjalani berbagai hal yang mereka inginkan.
Mereka semakin memahami apa yang penting bagi dirinya, tetap aktif dalam kehidupan sosial, terbuka mempelajari hal baru, serta memanfaatkan teknologi untuk mendukung berbagai tujuan yang ingin dicapai.
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kehidupan setelah usia 40 tahun, HILL ASEAN melakukan riset kuantitatif dan kualitatif melalui 36 kunjungan ke rumah responden di Indonesia, Thailand, Vietnam, Singapura, Malaysia, dan Filipina.
Baca Juga: PIK Jadi Studi Kasus Sustainable Smart City dalam Program Internasional SBM ITB
Riset juga melibatkan 4.900 responden melalui survei online di enam negara ASEAN tersebut dan Jepang.
Prime Generation terus mengembangkan diri agar tetap relevan di tengah berbagai perubahan. Teknologi dan inovasi bukan sesuatu yang membuat mereka tertinggal, tetapi menjadi sarana yang membantu mereka terus belajar, beradaptasi, dan menciptakan peluang baru.
Temuan ini menunjukkan pentingnya bagi pemasar untuk memberikan perhatian lebih besar terhadap potensi Prime Generation yang selama ini belum banyak tergali, sekaligus melihat berbagai peluang dari salah satu segmen konsumen yang semakin berpengaruh saat ini.