Sorong (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Sorong, Papua Barat Daya, menyiapkan sekitar 420 ribu liter Minyakita untuk memperkuat ketahanan stok dan memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Kepala Bulog Cabang Sorong Sigit Baskoro, di Sorong, Rabu, mengatakan stok tersebut berasal dari pasokan yang telah tiba maupun yang masih berada di pelabuhan untuk selanjutnya masuk ke gudang Bulog.
“Yang sudah datang itu empat kontainer sejumlah 6.000 karton. Kemudian sudah sandar di pelabuhan sekitar 14 kontainer yang belum masuk ke gudang. Total mungkin akan sekitar 420.000 liter,” katanya lagi.
Ia mengatakan Minyakita merupakan salah satu program pemerintah yang mendapat animo tinggi dari masyarakat karena harga jualnya relatif terjangkau.
Menurut Sigit, harga eceran tertinggi (HET) Minyakita ditetapkan Rp15.700 per liter, sedangkan Bulog menjual kepada masyarakat dengan harga Rp14.500 per liter.
Bulog Cabang Sorong menyalurkan Minyakita melalui pasar Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) dan Rumah Pangan Kita (RPK) serta outlet binaan Bulog yang tersebar di Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Raja Ampat, dan Tambrauw.
Sigit menyebutkan jumlah mitra Bulog yang menyalurkan Minyakita dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) saat ini kurang lebih 100 hingga 200 mitra dan jumlahnya terus bertambah.
Ia mengatakan Bulog bersama Satgas Pangan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait melakukan monitoring dan evaluasi setiap bulan untuk memastikan penjualan Minyakita sesuai ketentuan pemerintah (HET).
“Kita melakukan evaluasi dan monitoring setiap satu bulan sekali dengan Satgas Pangan, pemda, serta stakeholder yang terkait untuk memastikan dijual sesuai dengan aturan pemerintah sehingga tidak ada masyarakat yang dirugikan,” ujarnya pula.
Sigit menegaskan pengawasan dilakukan untuk mencegah adanya penjualan di atas ketentuan dan memastikan program Minyakita dapat diterima masyarakat sesuai aturan yang berlaku.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.