STIE Al-Madani-Polinela perkuat hilirisasi produk pisang

2026/08/27

Lampung Selatan (ANTARA) - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Madani bersama Politeknik Negeri Lampung (Polinela) memperkuat hilirisasi produk pisang melalui pendampingan manajemen usaha kepada UMKM Keripik Njik Njik di Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan.

Kegiatan itu merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat tahun pendanaan 2026 yang didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Ketua tim pengabdian Arseta Yudha Lesmana, di Lampung Selatan, Kamis mengatakan pendampingan difokuskan pada tiga aspek utama, yakni perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), penguatan pemasaran digital, serta peremajaan peralatan operasional.

“Fondasi usaha mitra sebenarnya sudah cukup baik. Karena itu, pendampingan kami arahkan pada pemanfaatan data usaha untuk menghitung HPP, peningkatan efisiensi proses produksi, dan penguatan pemasaran digital yang lebih terencana,” kata Arseta.

Ia menjelaskan, pada aspek HPP, tim mendampingi mitra mengidentifikasi berbagai komponen biaya dan menghubungkan data transaksi, biaya produksi, serta kapasitas produksi.

Data tersebut diharapkan menjadi dasar bagi pelaku usaha dalam mengevaluasi biaya, menetapkan harga jual, serta mengambil keputusan bisnis secara lebih terukur.

Menurut dia, Keripik Njik Njik telah memiliki sejumlah fondasi pengelolaan usaha, antara lain pencatatan menggunakan Microsoft Excel, aplikasi Point of Sale (POS), transaksi melalui QRIS, serta pemasaran secara luring dan daring.

Dengan kondisi tersebut, pendampingan diarahkan bukan lagi pada pengenalan sistem dasar, melainkan optimalisasi praktik usaha yang telah berjalan.

Pada bidang pemasaran digital, mitra mendapatkan pelatihan penyusunan kalender konten dan pengenalan pendekatan User Generated Content (UGC).

Hingga tahap laporan kemajuan, kalender konten telah mulai disusun. Sementara penerapan UGC masih dalam proses pembelajaran dan pendampingan sehingga belum dinyatakan sebagai capaian akhir program.

Untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi operasional, tim juga menerapkan sejumlah teknologi pendukung berupa mesin pengaduk, wajan berkapasitas lebih besar, pedal sealer, studio mini, dan tripod.

Mesin pengaduk dan wajan berkapasitas besar dimanfaatkan untuk mendukung proses produksi, sedangkan pedal sealer digunakan untuk memperkuat proses pengemasan. Adapun studio mini dan tripod digunakan dalam pembuatan foto serta video produk untuk kebutuhan pemasaran digital.

“Teknologi yang diterapkan bukan sekadar pemberian alat. Kami ingin alat tersebut terhubung dengan penguatan manajemen usaha, terutama produktivitas, biaya produksi, HPP, dan pemasaran,” ujarnya.

Program tersebut menargetkan peningkatan tingkat keberdayaan mitra pada aspek manajemen usaha hingga minimal 75 persen.

Pada tahap kemajuan, tim masih melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap pemanfaatan data usaha, konsistensi penerapan HPP, penggunaan teknologi, serta perkembangan pemasaran digital.

Selain peningkatan keberdayaan mitra, kegiatan tersebut menghasilkan sejumlah luaran, antara lain modul penguatan manajemen usaha, publikasi media massa, dokumentasi penerapan teknologi dan inovasi, serta karya audiovisual.

Video kegiatan telah dipublikasikan melalui kanal YouTube institusi STIE Al-Madani sebagai bagian dari diseminasi program kepada masyarakat.

Program kolaborasi tersebut turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta SDGs 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur.

Ia berharap pendampingan tersebut dapat meningkatkan kemampuan UMKM Keripik Njik Njik dalam mengelola biaya produksi, meningkatkan efisiensi usaha, dan memperluas pemasaran digital secara bertahap.

“Harapannya, penguatan manajemen dan pemanfaatan teknologi ini dapat membuat proses hilirisasi produk pisang di Lampung Selatan semakin kuat, efisien, dan berkelanjutan,” kata Arseta.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: STIE Al-Madani dan Polinela perkuat hilirisasi produk pisang

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.