Staf Persija Bongkar Fakta Sanksi Shin Tae-yong di Korea Selatan

2026/07/28

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:01 WIB

VIVA – Persoalan yang melibatkan Shin Tae-yong kembali menjadi perbincangan di sepak bola Indonesia. Kali ini, polemik muncul setelah staf Persija Jakarta asal Korea Selatan, Huh Jisub, memberikan respons keras terkait informasi mengenai hukuman yang diterima mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut.

Baca Juga

Melalui unggahan di Instagram Story, Huh Jisub menyoroti pernyataan dari sosok yang disebutnya sebagai Bung Towel. Ia merasa keberatan dengan informasi yang beredar karena dinilai tidak menggambarkan situasi sebenarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Huh Jisub, publik telah mendapatkan pemahaman yang keliru mengenai status sanksi Shin Tae-yong. Ia menegaskan bahwa pelatih asal Korea Selatan itu tidak mengalami pencabutan lisensi kepelatihan.

Baca Juga

Huh Jisub menjelaskan, hukuman terhadap Shin Tae-yong hanya berlaku di Korea Selatan dan dikeluarkan oleh Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA). Sanksi tersebut berupa larangan mendampingi tim selama satu tahun, bukan pencabutan izin sebagai pelatih.

"Faktanya, Pelatih Shin Tae-yong saat ini dijatuhi sanksi larangan mendampingi tim selama satu tahun hanya di Korea Selatan oleh KFA, bukan AFC," tulis Huh Jisub.

Baca Juga

Ia juga memberikan gambaran bahwa hukuman tersebut lebih mirip dengan larangan bertanding yang diterima pemain atau ofisial akibat kartu merah.

"Bukan berarti lisensi kepelatihannya dicabut," lanjutnya.

Huh Jisub kemudian mempertanyakan alasan munculnya informasi yang menurutnya tidak sesuai fakta. Ia meminta setiap pihak yang berbicara mengenai sepak bola lebih berhati-hati dan melakukan verifikasi sebelum menyampaikan pendapat kepada publik.

Menurutnya, pernyataan dari figur publik memiliki pengaruh besar karena dapat membentuk opini masyarakat.

"Hal yang tidak benar dibicarakan seolah menjadi fakta," tulis Huh Jisub.

Kekecewaan Huh Jisub semakin besar karena ia merasa dampak dari informasi tersebut tidak hanya dirasakan oleh Shin Tae-yong, tetapi juga orang-orang di sekitarnya.

Ia menyebut lingkungan klub ikut menerima reaksi negatif akibat pernyataan yang dianggap tidak tepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kenapa kami harus menanggung kebencian, makian, dan rasa tidak nyaman yang sebenarnya tidak perlu terjadi hanya karena sebuah ucapan?" tulisnya.

Meski polemik kembali mencuat, Huh Jisub berharap perhatian publik sepak bola Indonesia dapat kembali diarahkan kepada hal-hal yang lebih positif, termasuk perjalanan Persija Jakarta dalam kompetisi musim ini.

Halaman Selanjutnya

Ia ingin sepak bola Indonesia berkembang dengan budaya diskusi yang lebih sehat dan berdasarkan informasi yang benar.