SLB Demak butuh tambahan ruang kelas karena tingginya minat masyarakat
Minggu, 23 Agustus 2026 16:30 WIB
Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Kabupaten Demak, Jawa Tengah. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Demak (ANTARA) - Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Kabupaten Demak, Jawa Tengah, membutuhkan tambahan ruang kelas untuk menampung siswa berkebutuhan khusus, menyusul tingginya minat masyarakat menyekolahkan anaknya ke sekolah tersebut.
"Ruang kelas yang tersedia saat ini terbatas, sehingga banyak siswa yang terpaksa tidak bisa diterima sekolah di SLB Negeri Demak ini," kata Kepala SLB Negeri 1 Demak Muhson di Demak, Minggu.
Ia mengatakan pada penerimaan murid baru jenjang sekolah dasar (SD) tahun ini, terdapat 60 calon siswa yang mendaftar. Namun, pihak sekolah hanya bisa menerima 22 siswa karena harus menyesuaikan ketersediaan ruang kelas.
Menurut dia pendaftaran dilakukan secara daring, sedangkan yang mendaftar secara langsung ketika persyaratan tidak lengkap langsung tidak dapat diterima.
Tingginya jumlah peminat juga membuat kapasitas setiap rombongan belajar harus dioptimalkan. Idealnya, jumlah siswa dalam satu rombongan belajar jenjang SD dan SMP di SLB sekitar lima siswa, namun saat ini terdapat kelas yang diisi 15 bahkan 20 siswa.
Muhson mengatakan kondisi tersebut terjadi karena SLBN 1 Demak menjadi satu-satunya SLB negeri di Kabupaten Demak, sementara keberadaan SLB swasta belum ada.
Sementara untuk jenjang SMP, kata dia, tidak menerima mutasi karena siswanya selama ini dari lulusan SD LB langsung naik ke jenjang SMP.
Muhson mengatakan sekolah telah mengusulkan pembangunan dan revitalisasi sarana prasarana kepada pemerintah pusat. Usulan tersebut antara lain pembangunan sekitar 20 ruang kelas, satu ruang pembelajaran khusus, satu ruang keterampilan, satu ruang UKS, satu ruang perpustakaan, serta tambahan toilet.
"Pengajuan ruang sudah dilakukan dan kami sudah dipanggil direktorat. Saat ini masih ada persyaratan yang harus dilengkapi, yakni surat keterangan pemanfaatan lahan dari Pemerintah Provinsi Jateng," ujarnya.
Ia berharap persyaratan tersebut segera diselesaikan sehingga dapat diunggah untuk proses verifikasi oleh Direktorat terkait. Pengajuan pembangunan tersebut nantinya diproses langsung melalui pemerintah pusat.
Selain faktor keterbatasan ruang kelas, kata dia, SLB Negeri Demak juga kekurangan jumlah guru, sehingga perlu penambahan lagi.
Jumlah guru yang tersedia hanya 27 guru untuk mengajar 342 murid mulai jenjang taman kanak-kanak (TK), SD, SMP, dan SMA.
Untuk jumlah murid TKLB 12 siswa, SDLB 188 siswa, SMPLB 81 siswa, dan SMALB 61 siswa. Sedangkan berdasarkan jenis kebutuhan khusus, terdapat siswa dengan hambatan intelektual, autisme, tunanetra, tunarungu, tunagrahita dan tunadaksa.
Dari jumlah guru yang ada, kata dia, sebanyak enam orang di antaranya guru PNS, PPPK penuh waktu lima orang, P3K paruh waktu 14 orang, sisanya guru yang belum terangkat PPPK.
"Pengajuan penambahan guru sudah kami ajukan berulang kali. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi," ujarnya.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.