Jum'at, 07 Agustus 2026, 15:33 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Timnas Indonesia tidak hanya wajib menghindari kekalahan saat menghadapi Singapura pada laga terakhir Grup A Piala AFF 2026. Skuad Garuda bahkan harus meraih kemenangan karena hasil imbang juga belum cukup untuk memastikan tiket ke semifinal.
Singapura akan menjamu Indonesia di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026) pukul 20.00 WIB. Pada waktu yang sama, Vietnam akan menghadapi Kamboja dalam pertandingan yang juga menentukan persaingan dua besar Grup A.
Indonesia saat ini berada di peringkat ketiga dengan koleksi enam poin. Sementara itu, Singapura dan Vietnam sama-sama mengumpulkan tujuh poin, sehingga posisi Garuda berada dalam tekanan besar menjelang laga terakhir.
Jika mampu mengalahkan Singapura, Indonesia akan mengoleksi sembilan poin. Hasil tersebut otomatis membuat Garuda melewati Singapura dan mengamankan posisi runner-up Grup A tanpa harus bergantung pada hasil pertandingan Vietnam kontra Kamboja.
Situasinya berbeda jika pertandingan berakhir imbang. Indonesia memang akan menambah satu poin menjadi tujuh, tetapi posisi tersebut belum cukup untuk mengantarkan tim asuhan John Herdman ke semifinal.
Dalam skenario imbang, Indonesia akan menyamai perolehan poin Vietnam apabila Vietnam kalah dari Kamboja. Namun, Garuda tetap berada di bawah Vietnam karena kalah dalam pertemuan langsung dengan skor telak 0-3.
Artinya, hasil imbang justru bisa menjadi jebakan bagi Indonesia. Skuad Garuda tidak hanya harus menghitung perolehan poin, tetapi juga harus melihat hasil pertandingan Vietnam dan Kamboja yang berlangsung bersamaan.
Apalagi, Singapura justru memiliki posisi yang lebih menguntungkan. Dengan tujuh poin di tangan, The Lions hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan mereka tetap berada di atas Indonesia dan mengamankan tiket ke semifinal.
Baca Juga: Kabar Baik Timnas Indonesia, Singapura Tak Diperkuat Gelandang Andalan di Piala AFF 2026
Sebaliknya, kekalahan akan langsung mengakhiri perjalanan Indonesia di Piala AFF 2026. Garuda akan tetap mengoleksi enam poin dan tidak mungkin mengejar Singapura yang sudah mengamankan minimal satu angka tambahan.
Tekanan tersebut membuat laga di Stadion Jalan Besar menjadi pertandingan hidup-mati bagi Indonesia. Setelah gagal mendapatkan hasil positif saat menghadapi Vietnam, John Herdman kini harus membawa anak asuhnya merespons dengan kemenangan.
Indonesia sendiri memiliki catatan yang cukup baik saat menghadapi Singapura. Dari 59 pertemuan, Garuda mencatat 30 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 19 kekalahan.
Namun, catatan masa lalu tidak akan banyak berarti jika Indonesia gagal memanfaatkan pertandingan terakhir ini. Kemenangan menjadi satu-satunya hasil yang membuat perjalanan Garuda menuju semifinal berada sepenuhnya di tangan sendiri.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama