Situbondo komitmen dukung penuh program prioritas Presiden - ANTARA News Jawa Timur

2026/08/15

Situbondo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur menegaskan komitmennya mendukung sejumlah program prioritas Presiden Prabowo Subianto khususnya mengenai swasembada pangan nasional.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan sejak 2025 pemerintah daerah setempat telah komitmen dan menunjukkan dukungan program prioritas Presiden seperti yang disampaikan dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Jumat (14/8).

"Pada 2025, produksi padi Situbondo mencapai 321.723 ton atau melampaui target yang ditetapkan Kementerian Pertanian sebesar 241.266 ton, dan pada tahun ini produksi padi kami targetkan 500.000 ton," ujarnya di Situbondo, Jawa Timur, Sabtu.

Rio mengaku optimistis target produksi padi tahun 2026 bisa tembus 500.000 ton dari target tahun 321.000 ton berbekal potensi pertanian yang produktif di daerah itu.

Untuk mencapai target produksi padi 500.000 ton pada 2026, lanjut dia, pemerintah daerah setempat merangkul generasi muda dan membuat wadah yakni "Angkatan Tani Muda" dalam upaya mendorong pemikiran digital di sektor agribisnis.

Menurut Bupati Rio, Pemkab Situbondo menginginkan dan mengubah pola lama dengan memberi ruang bagi petani milenial dengan menentukan arah pembangunan pertanian di daerah itu.

"Kami menghubungkan Dinas Pertanian dengan petani milenial yang memiliki pendekatan baru, dan kami ingin melibatkan mereka langsung dalam pengambilan kebijakan pertanian," kata Bupati Rio.

Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo menyebutkan, selama periode Januari-Juni 2026 produksi padi mencapai 225.736 ton atau melampaui produksi padi periode yang sama tahun sebelumnya yang 211.579 ton.

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.