Zainal Hasan
| 7 Agustus 2026, 00:05 WIB

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, saat memberikan arahan kepada anak didiknya saat melawan Vietnam pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2026). ANTARA/Bayu Pratama S
AKURAT.CO, Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, melayangkan psywar terhadap Singapura. Herdman mengatakan bahwa Indonesia datang dengan situasi lapar akan kemenangan.
"Besok, mereka (Singapura) akan menghadapi Tim Indonesia yang sedang terluka dan sangat lapar untuk bangkit," kata John Herdman dalam konferensi pers jelang pertandingan Singapura vs Indonesia di Singapura, Kamis (6/8/2026).
Timnas Indonesia bakal menantang Singapura dalam laga pamungkas Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026.
Pertandingan penentuan tersebut akan berlangsung di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat (7/8/2026).
Indonesia datang dengan misi wajib menang demi menjaga peluang lolos ke babak semifinal. Kekalahan 0-3 dari Vietnam pada laga sebelumnya menjadi pukulan berat bagi Timnas Indonesia.
Hasil itu membuat posisi Garuda turun ke peringkat ketiga klasemen sementara Grup A.
https://www.akurat.co/bola/880033/singapura-vs-indonesia-john-herdman-minta-garuda-siap-dengan-sambutan-tak-ramah-kandang-lawan
Indonesia kini mengoleksi enam poin dari tiga pertandingan. Sementara Singapura berada di posisi kedua dengan tujuh poin setara Vietnam yang memimpin klasemen.
Situasi tersebut membuat Indonesia tidak memiliki pilihan selain meraih kemenangan jika ingin mengamankan tiket ke semifinal.
Herdman menyebut laga tersebut juga menjadi kesempatan bagi timnya untuk membuktikan kemampuan,"
"Seperti yang saya katakan, ini adalah tim yang sedang terluka dan memiliki sesuatu yang harus dibuktikan," ujar pelatih asal Inggris tersebut.
"Pertama-tama bukan kepada siapa pun, melainkan kepada diri kami sendiri. Setelah itu barulah kami membuktikannya kepada semua orang."
Herdman juga mengungkapkan hasil evaluasi setelah kekalahan dari Vietnam. Menurutnya, masih ada sejumlah hal positif yang bisa dipertahankan meski tim mengalami kekalahan dengan skor telak.
Ia menilai aspek yang paling membutuhkan perbaikan adalah transisi bertahan. Evaluasi tersebut akan menjadi bekal agar Timnas Indonesia tampil lebih baik saat menghadapi Singapura.
Selain itu, Herdman menilai karakter permainan Singapura berbeda dengan Vietnam. Meski tidak dianggap memiliki ancaman yang sama, Singapura tetap dinilai sebagai lawan yang berbahaya.
Menurutnya, Singapura memiliki kekuatan dalam membangun kombinasi permainan dengan melibatkan tiga pemain. Karena itu, Timnas Indonesia harus tampil disiplin sepanjang pertandingan.
"Kami tahu persis apa tujuan kami. Tidak ada ruang untuk main-main. Kami tahu apa yang sedang kami perjuangkan," kata Herdman.