Senin, 12 Oktober 2026 - 06:00 WIB
VIVA – Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong STY, mengungkapkan perbedaan yang dirasakannya saat menangani klub Macan Kemayoran dibandingkan ketika masih menjadi juru taktik Timnas Indonesia.
Baca Juga
Hal tersebut disampaikan STY usai membawa Persija mengalahkan PSIM Yogyakarta 4-0 pada pekan keempat Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10/2026).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Empat gol kemenangan Persija seluruhnya tercipta pada 20 menit terakhir babak kedua melalui Alexander Jeremejeff (77'), Stjepan Loncar (81', 90+3'), dan Kwon Chang-hoon (87'). Kemenangan ini menjaga catatan sempurna Persija dengan empat kemenangan beruntun, sekaligus mengantarkan Macan Kemayoran ke puncak klasemen sementara dengan koleksi 12 poin.
Baca Juga
Seusai pertandingan, Shin Tae-yong menjelaskan bahwa pekerjaan sebagai pelatih klub dan tim nasional memiliki karakteristik serta tingkat tuntutan yang berbeda.
"Mungkin sedikit berbeda karakternya timnas sama liga (klub) karena berbeda juga tuntutannya," ujar Shin Tae-yong, Sabtu (10/10/2026).
Baca Juga
Juru taktik asal Korea Selatan tersebut menyoroti perbedaan padatnya jadwal pertandingan antara agenda internasional dan kompetisi liga domestik. Menurutnya, rentang waktu pertandingan di level tim nasional menuntut pelatih untuk membagi fokus secara instan.
"Karena timnas dalam sembilan hari harus bertanding dua kali, jadi fokusnya harus terbagi," kata mantan pelatih Ulsan HD tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebaliknya, kompetisi liga yang berlangsung sepanjang musim memberi ruang bagi pelatih untuk mengevaluasi tim secara berkala di setiap pekan. Setiap dinamika dan kendala yang muncul di lapangan dapat langsung dibenahi melalui porsi latihan rutin sebelum menghadapi laga berikutnya.
"Kalau di liga, setiap bertanding pasti akan muncul masalah yang harus diperbaiki," pungkasnya.
Masuk Radar Naturalisasi, Laurin Ulrich Malah Dipanggil Jerman U-21, Masih Bisa Bela Timnas Indonesia?
Laurin Ulrich kembali menjadi sorotan setelah membela Jerman U-21. Simak peluang gelandang muda berdarah Indonesia itu memperkuat Timnas Indonesia dan aturan FIFA.
VIVA.co.id
12 Oktober 2026