Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:10 WIB
VIVA – Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, akhirnya buka suara mengenai isu sanksi yang tengah dikaitkan dengan dirinya setelah kontroversi saat menangani klub Korea Selatan, Ulsan HD.
Baca Juga
Mantan pelatih Timnas Indonesia itu menegaskan bahwa apa pun keputusan yang nantinya dijatuhkan Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA), dirinya tetap bisa menjalankan tugas sebagai juru taktik Persija Jakarta.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Pertama-tama, sama sekali tidak ada masalah. Ya, jelas bukan 10 tahun. Sama sekali tidak ada masalah, bahkan 1 persen pun tidak, bagi saya untuk menjalankan tugas sebagai pelatih Jakarta," ujar Shin Tae-yong di Surabaya pada Sabtu (25/7/2026).
Baca Juga
Meski demikian, Shin Tae-yong mengakui dirinya memiliki pandangan berbeda mengenai persoalan yang sedang dihadapinya. Ia merasa terdapat sejumlah hal yang dianggap tidak adil dalam kasus tersebut.
Shin Tae-yong kena sanksi imbas tampar pemain Ulsan HD.
Photo :
- Kolase VIVA / X/KORFootballNews / Instagram/seunghyunjung15
Baca Juga
“Mengenai masalah sanksi, sebenarnya ada banyak hal yang menurut saya tidak adil," katanya.
Pelatih berusia 55 tahun itu sebenarnya ingin menjelaskan persoalan tersebut secara lebih terbuka kepada awak media. Namun, Shin Tae-yong memilih untuk tetap menahan diri dan menerima konsekuensi dari peristiwa yang terjadi ketika dirinya masih menjadi pelatih Ulsan HD.
“Saya ingin menjelaskan semuanya secara jujur dan rinci kepada para wartawan yang ada di sini," katanya.
Shin Tae-yong juga menegaskan bahwa dirinya siap menerima segala konsekuensi sebagai mantan pelatih Ulsan HD. Ia memilih untuk menghadapi persoalan tersebut dan tidak menjadikannya sebagai alasan untuk mengganggu pekerjaannya bersama Persija Jakarta.
Shin Tae-yong pimpin latihan Ulsan HD
Photo :
- Ulsan HD
“Namun, sebagai mantan pelatih Ulsan HD, saya akan menerima dan menanggung semuanya," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kontroversi ini bermula dari persoalan yang terjadi selama Shin Tae-yong menangani Ulsan HD pada 2025. Ia ditunjuk sebagai pelatih klub tersebut pada Agustus 2025, tetapi kerja samanya berakhir hanya beberapa bulan kemudian di tengah situasi yang tidak berjalan sesuai harapan.
Kasus tersebut kembali menjadi sorotan setelah bek Ulsan HD, Jung Seung-hyun, mengungkap dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan Shin Tae-yong setelah pertandingan terakhir musim 2025. Shin Tae-yong sendiri membantah tuduhan tersebut, sementara persoalan itu kemudian mendapat perhatian dari KFA.
Halaman Selanjutnya
Berdasarkan laporan media Korea Selatan, KFA pada Desember 2025 meminta Ulsan HD memberikan penjelasan mengenai fakta-fakta yang berkaitan dengan dugaan tindakan Shin Tae-yong terhadap pemain. Pada tahap tersebut, KFA disebut masih melakukan proses pengumpulan informasi dan belum secara resmi menjatuhkan hukuman kepada sang pelatih.