Shalahuddin pimpin kaji tiru ke Gunungkidul tingkatkan layanan publik
Rabu, 5 Agustus 2026 16:43 WIB
Bupati Barito Utara Shalahuddin menerima cenderamata dari Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Gunungkidul, Rabu (5/8/2026). ANTARA/HO-Dinas Kominfosandi Barito Utara
Gunungkidul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, melakukan kaji tiru ke Kabupaten Gunungkidul,Daerah Istimewa Yogyakarta untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
"Kaji tiru ini bukan sekadar meniru secara utuh, melainkan sebagai sarana memperolah wawasan, pengalaman, serta pembelajaran kebijakan dan inovasi yang nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi di Barito Utara," kata Bupati Barito Utara Shalahuddin di Gunungkidul, Rabu.
Hal itu disampaikan Shalahuddin melaksanakan hari kedua kunjungan kerja kaji tiru ke Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya ke Kabupaten Gunungkidul didampingi Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y Tingan, Sekretaris Daerah Muhlis dan sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) disambut Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih beserta jajaran di wilayah kabupaten berjuluk Bumi Handayani tersebut.
Bupati Shalahuddin menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bupati Gunungkidul beserta jajaran atas sambutan penuh kehangatan yang diberikan.
"Hasil kaji tiru ini tidak semata-mata untuk meniru secara utuh, melainkan menjadi bahan pembelajaran yang akan kami sesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, dan kemampuan Pemerintah Kabupaten Barito Utara," ujar Shalahuddin.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyambut baik kedatangan rombongan Barito Utara. Ia menyoroti keunikan rombongan Barito Utara yang selalu didampingi oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) daerah setempat dalam setiap kunjungan kerjanya.

Dia memaparkan sejumlah kebijakan lokal yang diterapkan di wilayahnya guna mendukung perekonomian kerakyatan dan pelestarian lingkungan.
"Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melarang penyajian makanan dan minuman berbahan dasar gandum (seperti roti) dalam kegiatan resmi kedinasan guna memprioritaskan hasil pertanian lokal seperti olahan singkong (ketela), ubi, jagung, porang, kacang, hingga hasil laut" tegas Endah.
"Selain itu, kami juga tidak mengizinkan penyajian buah-buahan impor dalam jamuan resmi, digantikan sepenuhnya oleh buah lokal hasil tani setempat seperti pisang raja, sawo, dan jambu. Penggantian karangan bunga berbahan styrofoam dengan tanaman hidup atau sayur-sayuran untuk menjaga kelestarian lingkungan," tambah dia.
Baca juga: Kaji tiru ke Yogyakarta, Pemkab Barut perkuat tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik
Melalui forum strategis ini, kedua pemerintah daerah sepakat untuk saling bertukar pengalaman dalam berbagai sektor penting, mulai dari pengelolaan infrastruktur, pengawasan berbasis digital, pemberdayaan UMKM, tata kelola pendidikan, hingga strategi penanggulangan kemiskinan ekstrem dan percepatan penurunan stunting.
Pewarta : Kasriadi
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.