Minggu, 26 Juli 2026, 10:00 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Komisaris PT Jakarta Propertindo (Jakpro) setelah menerima mandat memimpin partai politik yang baru dideklarasikan. Keputusan itu diambil karena status sebagai pengurus partai dinilai tidak sejalan dengan persyaratan jabatan komisaris BUMD.
Sahrin, yang juga merupakan juru bicara Anies Baswedan pada Pilpres 2024, menyampaikan surat pengunduran dirinya langsung kepada Gubernur Jakarta Pramono Anung. Ia menjelaskan langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas amanah yang diterimanya sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat periode 2026–2031 sekaligus bentuk kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
Sahrin mengatakan dirinya ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat dalam Rapat Kerja Nasional I Gerakan Rakyat pada 18 Januari 2026. Menurutnya, mandat itu mengharuskannya segera menyusun kepengurusan partai di seluruh tingkatan.
"Pada tanggal 18 Januari 2026 di Jakarta, di dalam Rapat Kerja Nasional I 2026 Gerakan Rakyat, kami ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat periode 2026-2031 dan diberi mandat untuk menyusun kepengurusan partai di semua tingkatan," kata Sahrin, Kamis (22/1/2026).
Ia menegaskan salah satu syarat untuk menjabat sebagai komisaris adalah tidak berasal dari partai politik. Karena itu, demi menjaga integritas dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum, ia memilih mengakhiri posisinya di Jakpro.
"Persyaratan untuk menjabat komisaris tidak diperbolehkan berasal dari partai politik," ujarnya.
Pengunduran diri Sahrin terjadi di tengah transformasi Gerakan Rakyat dari organisasi kemasyarakatan menjadi partai politik. Dalam Rakernas, Gerakan Rakyat secara resmi menetapkan pendirian Partai Gerakan Rakyat sebagai kendaraan politik baru.
Baca Juga: Anies Baswedan 'Dijanjikan' Diusung di Pemilu 2029, Tetapi Tak Masuk Struktur Partai Gerakan Rakyat
Bersamaan dengan deklarasi tersebut, Sahrin juga menegaskan target politik partainya, yakni mengusung Anies Baswedan sebagai pemimpin nasional pada masa mendatang.
"Kita menginginkan Indonesia lebih adil dan makmur dan yang kedua kita menginginkan bahwa pemimpin nasional kita nanti insyaallah adalah Anies Rasyid Baswedan," ujar Sahrin.
Ia menambahkan, perjuangan Gerakan Rakyat yang dimulai sejak 2023 kini memasuki babak baru dengan berubah menjadi partai politik. Menurutnya, proses mendirikan partai di Indonesia bukanlah hal mudah karena harus memenuhi berbagai persyaratan yang berat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat