Sering Dianggap Maag Biasa, Nyeri Perut Berulang Bisa Jadi Tanda Gangguan Pencernaan Serius

2026/10/19

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Tangerang, VIVA – Nyeri perut yang datang berulang, asam lambung yang tak kunjung membaik, hingga perubahan pola buang air besar sering kali dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa. Padahal, jika keluhan berlangsung terus-menerus atau semakin mengganggu aktivitas, kondisi tersebut perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.

Baca Juga

Gangguan pencernaan dapat dipicu berbagai faktor, mulai dari pola makan dan gaya hidup hingga penyakit yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Karena itu, mengenali gejala dan tidak menunda pemeriksaan menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi berkembang lebih serius.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah perbedaan penanganan setiap penyakit pencernaan. Tidak semua keluhan membutuhkan operasi, tetapi sebagian kondisi dapat memerlukan tindakan bedah apabila terapi awal tidak memberikan hasil yang memadai atau telah terjadi komplikasi.

Baca Juga

Tidak Semua Gangguan Pencernaan Harus Dioperasi

Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Digestif, dr. Eko Priatno, Sp.B, Subsp.BD(K), menjelaskan bahwa penanganan gangguan pencernaan harus didasarkan pada penyebab keluhan dan kondisi masing-masing pasien.

Baca Juga

“Tidak semua gangguan pencernaan memerlukan operasi. Kami terlebih dahulu mencari penyebab keluhan dan mengevaluasi kondisi pasien, kemudian menentukan terapi yang paling sesuai. Tujuannya bukan hanya menangani penyakit, tetapi juga menjaga kualitas hidup pasien,” jelas dr. Eko, dalam keterangannya, dikutip Senin (19/10/2026).

Pada penyakit refluks asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), misalnya, penanganan umumnya diawali dengan perubahan gaya hidup dan pemberian obat-obatan. Jika gejala tetap muncul meskipun terapi telah dilakukan secara optimal, dokter dapat mengevaluasi pilihan tindakan antirefluks.

Sementara itu, batu empedu yang menimbulkan gejala atau komplikasi dapat memerlukan pengangkatan kantong empedu. Salah satu metode yang bisa dipertimbangkan adalah laparoskopi, yakni teknik operasi dengan sayatan kecil yang pada pasien tertentu dapat membantu mempercepat pemulihan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, pilihan terapi perlu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan. Pasien sebaiknya tidak menyimpulkan sendiri bahwa keluhan yang dialami hanya disebabkan oleh asam lambung, terutama jika gejala terus berulang atau disertai tanda lain yang tidak biasa.

Kanker Usus hingga Pankreas Membutuhkan Penanganan Khusus

Halaman Selanjutnya

Gangguan pada saluran pencernaan juga dapat berkaitan dengan penyakit yang lebih serius, termasuk kanker usus besar dan kanker rektum. Penanganannya membutuhkan evaluasi menyeluruh untuk menentukan lokasi penyakit, tingkat keparahan, serta metode terapi yang paling sesuai.