Seribuan warga Israel serbu masuk Al-Aqsa untuk peringati Tisha B’av

2026/07/23

Seribuan warga Israel serbu masuk Al-Aqsa untuk peringati Tisha B'av

Kamis, 23 Juli 2026 15:35 WIB

Image Print

Arsip - Pasukan keamanan Israel berjaga saat terlibat bentrok dengan warga Palestina di kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur. (ANTARA/Xinhua/Muammar Awad/aa.)

Istanbul (ANTARA) - Sekitar 1.300 warga Israel memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki pada Kamis pagi saat memperingati hari raya Yahudi Tisha B'Av, menurut Otoritas Kegubernuran Yerusalem.

Melalui media sosial, otoritas tersebut mengatakan polisi Israel meningkatkan jumlah peserta dalam setiap rombongan yang memasuki kompleks Al-Aqsa menjadi sekitar 150 orang.

Otoritas itu juga menyebut pasukan Israel memberlakukan pembatasan ketat di pintu-pintu masuk Masjid Al-Aqsa dan kawasan Kota Tua Yerusalem.

Pasukan Israel, menurut pernyataan itu, dikerahkan dalam jumlah besar di halaman masjid serta mencegah warga Palestina memasuki kompleks untuk beribadah.

Hanya sebagian kecil warga Palestina yang dapat mencapai masjid untuk melaksanakan salat Subuh sebelum pasukan Israel menyerang sejumlah jamaah dan warga lainnya, kata otoritas tersebut.

Otoritas Yerusalem menyatakan para pengunjung Israel melakukan ritual Talmud selama berada di kompleks Al-Aqsa.

Ritual itu, menurut pernyataan tersebut, mencakup penggunaan tefillin, sujud penuh di bagian timur kompleks, serta melantunkan nyanyian dengan suara keras.

Otoritas itu menambahkan kelompok-kelompok yang mendukung pembangunan kuil Yahudi di lokasi tersebut menggalang massa dengan target membawa sekitar 5.000 warga Israel memasuki kompleks Al-Aqsa pada hari yang sama.

Masjid Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga bagi umat Islam.

Sementara itu, umat Yahudi menyebut kawasan tersebut sebagai Bukit Bait Suci dan meyakini lokasi itu pernah menjadi tempat berdirinya dua kuil Yahudi pada masa lampau.

Israel menduduki Yerusalem Timur, termasuk kawasan Masjid Al-Aqsa, sejak Perang Arab-Israel pada 1967.

Pada 1980, Israel mencaplok seluruh wilayah Yerusalem, namun langkah tersebut tidak diakui oleh masyarakat internasional.

Sumber: Anadolu

Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026