Jakarta (ANTARA) - Di tengah riuk gelombang penyampaian pendapat di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis, terselip pemandangan hangat saat sejumlah Polisi Wanita (Polwan) menyapa peserta aksi sembari menyerahkan kotak makanan dan minuman.
Sambil memeluk kotak konsumsi, para Polwan Polda Metro Jaya menghampiri para pejuang aspirasi yang sedang duduk melepas lelah di trotoar. Sapaan ramah dan senyum terbuka seketika mencairkan kekakuan di lapangan.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto di Jakarta, Kamis, menekankan bahwa di balik seragam pengamanan, ada rasa kepedulian yang ingin dibagikan agar masyarakat merasa diayomi saat menyuarakan haknya.
"Saudara-saudara kita yang hadir merupakan para pejuang aspirasi. Makanan dan minuman ini adalah bentuk kepedulian serta kebersamaan. Kami ingin aspirasi dapat disampaikan dalam suasana yang aman, tertib, dan damai," katanya.
Budi menambahkan bahwa pendekatan dari hati ke hati ini diharapkan dapat menjaga kondisi tetap sejuk. Melalui kehangatan tersebut, penyampaian hak konstitusional warga negara diharapkan dapat berlangsung damai tanpa menyisakan sekat antara masyarakat dan aparat kepolisian.
Baca juga: Polisi lakukan pemeriksaan secara acak massa menuju kawasan DPR
Sebanyak 18.504 personel dikerahkan untuk mengamankan dan melayani aksi unjuk rasa yang digelar di sejumlah titik di wilayah Jakarta Pusat, Kamis.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Dr. Reynold EP Hutagalung mengatakan pengamanan dilakukan secara berlapis untuk memastikan penyampaian aspirasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
"Pengamanan mulai dilakukan sejak pukul 07.00 WIB dengan melibatkan sejumlah pejabat utama dan perwira pengendali," kata Reynold dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.
Dia menyebutkan Pimpinan Polres Metro Jakarta Pusat memimpin langsung pengamanan aksi di Zona 1, kawasan Ring 1 DPR/MPR.
Pewarta: Ilham Kausar
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.