Jakarta -
Pernah kepikiran membaca hingga berburu buku dari atas kapal dengan pemandangan laut lepas Jakarta? Sensasi itu bisa dirasakan di kapal Doulos Hope di Pelabuhan Tanjung Priok.
Setelah hampir empat dekade, akhirnya MV Doulos Hope kembali berlabuh di Jakarta dengan menghadirkan pameran lebih dari 2.000 buku internasional. Kapal ini berada di Jakarta dan dapat dikunjungi traveler hingga 11 Oktober 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MV Doulos Hope hadir di Jakarta dengan membawa pengalaman berbeda bagi pengunjung. Ribuan buku tersedia dari berbagai kategori, mulai buku fiksi, nonfiksi, bisnis, cerita anak, hingga kepemimpinan dapat dijumpai.
Staf Persiapan dan Promosi Doulos Hope, Magdalena mengatakan tujuan mereka ke Indonesia adalah membawa buku yang dapat diakses oleh para pengunjung dengan harga terjangkau.
"Kedatangan kami untuk berbagi buku kepada wisatawan, membawa buku yang mudah diakses, terutama karena kami telah belajar bahwa buku penting di Indonesia sangat mahal. Di sini, ada banyak buku penting yang mudah ditemui. Kami sangat senang orang-orang menikmatinya," ujar Magdalena saat dijumpai detikTravel, Selasa (6/10/2026).
Di pameran buku terapung internasional, harga buku juga relatif murah. Pengunjung dapat membeli buku impor yang dibanderol mulai Rp12.500 hingga Rp500.000. Pengunjung diajak merasakan pengalaman membaca hingga berburu aneka buku langsung di atas kapal. Dengan pemandangan laut lepas Jakarta, ini menjadi hal baru bagi sejumlah wisatawan.
Salah satu pengunjung, Hari, datang dari Bekasi bersama anaknya mengatakan pameran buku di kapal menjadi daya tarik dan pengalaman baru bagi dirinya. "Kita liat menarik sih ya, dari sisi tempatnya terutama ini kan kapal. Ini jadi pengalaman baru kita di kapal sambil nyari buku," kata Hari.
Menurutnya, pengalaman naik kapal kali ini berbeda dari sebelum-sebelumnya karena kapalnya cukup stabil dan tidak bergoyang. Ia merasa nyaman saat memilih buku-buku yang dijual oleh MV Doulos Hope. Pengunjung lainnya, Dey, datang dari Jakarta bersama dua anaknya mengatakan bahwa koleksi buku anak yang banyak cocok untuk mengenalkan kepada anak-anak.
"Saya penasaran mau liat, tapi ketika ke sini banyak buku-buku bagus ya ternyata. Menyenangkan ya, maksudnya, ini jadi tempat buat anak-anak kita edukasi. Bisa baca, bisa juga mereka mempraktikkan bahasa Inggris mereka," kata Dey.
Menurut Dey, koleksi buku yang dipamerkan di Doulos Hope bisa menjadi sarana edukasi bagi anak untuk mempelajari bahasa Inggris. Selain membaca, anak juga dapat mempraktikkan interaksi menggunakan bahasa Inggris.
Kemudian, Irma dari Jakarta Utara, datang bersama teman-temannya mengaku sedang mencari buku untuk belajar anak dan menganggap harga buku lumayan terjangkau.
"Kita juga banyak tau buku-bukunya itu sebenarnya murah-murah juga ya. Maksudnya untuk kategori bahasa Inggris gitu ya. Karena kan biasanya di atas 200 ribu ke atas. Ini buku tebal aja udah bisa 200 ribuan aja gitu. Cukup worth it sih menurut saya untuk beli buku anak-anak terutama," kata Irma.
Pengunjung lainnya, Anto, datang dari Cakung bersama dengan anak dan istrinya mengaku kunjungan ke pameran buku di kapal menjadi pengalaman baru bagi mereka.
"Pengalaman baru sih, pameran buku di kapal, apalagi dia keliling dunia kan ini kapalnya. Buat kenalin ke anak kalau buku tuh gak cuma ada di gedung, jadi ada juga buku yang bisa ditemui di kapal gini," kata Anto.
Ia merasa takjub dengan kapal Doulos Hope karena kapal ini bakal keliling dunia. Selain itu, dia menganggap ini sebagai kenangan yang mengesankan bersama anak dan istrinya.