Muara Bulian, Batanghari (ANTARA) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Jambi, Kabupaten Batang Hari dengan luas enam hektare.
Kepala Bidang Pengelolaan Tahura Sultan Thaha Syaifuddin Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang Hari, Fauzan di Muara Bulian, Kamis, mengatakan ada sekitar enam hektare lahan dilaporkan terbakar.
Kebakaran terjadi pada Rabu sekitar pukul 12.00 WIB. Meski hanya ditemukan satu titik api, luas area yang terbakar cukup signifikan dan berada di lokasi dengan medan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
"Kondisi itu membuat upaya pemadaman harus dilakukan melalui jalur udara dengan mengerahkan helikopter water bombing,"katanya.
Selain itu, lokasi kebakaran memiliki medan terjal sehingga menyulitkan petugas untuk melakukan pemadaman secara langsung dari darat.
“Untuk kebakaran kemarin hanya satu titik ditemukan, namun luas. Digunakannya helikopter water bombing ini karena medan yang terjal sehingga sulit menggunakan jalur darat dan sumber air juga sulit,”ujar.
Menurutnya, pada Kamis petugas masih disiagakan di sekitar lokasi untuk melakukan pemantauan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api maupun bara yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
Selain itu, Fauzan juga menyebutkan kebakaran tersebut diduga terjadi akibat adanya unsur kesengajaan dari masyarakat.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, terlebih saat kondisi cuaca dan musim kemarau ekstrem masih berlangsung.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak lagi melakukan pembakaran, terutama di tengah musim kemarau ekstrem seperti saat ini,” katanya.
Kebakaran di kawasan Tahura STS ini menambah perhatian terhadap ancaman karhutla di Batang Hari. Kondisi lahan yang kering serta sulitnya akses menuju sejumlah kawasan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam melakukan penanganan.
Pewarta: Riski Apriyani
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.