Bandung (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan Pemprov Jabar memfokuskan perbaikan track lari dan estetika lanskap dalam proyek penataan Kawasan Lapangan Gasibu Bandung, guna meningkatkan faktor keselamatan warga saat menggunakan fasilitas publik itu.
Herman di Bandung, Kamis, mengatakan langkah penataan fasilitas publik yang dijadwalkan berlangsung hingga awal 2027 mendatang tersebut berfokus penuh pada pembenahan serta perbaikan infrastruktur yang sudah ada, tanpa adanya pembangunan fasilitas fisik baru yang signifikan.
Dia juga menjelaskan pembenahan lintasan lari di Gasibu mendesak dilakukan karena penurunan kualitas fasilitas ruang terbuka berpotensi membahayakan keselamatan warga yang rutin menggunakannya.
"Track lari itu kan kondisinya harus diperbaiki karena itu fasilitas publik, ruang publik. Jangan sampai karena track-nya kurang baik, kemudian kan bisa tijalikeuh (keseleo) ya kata orang Sunda. Jangan sampai ada kejadian yang tidak kita harapkan," kata Herman.
Herman memaparkan, selain memperbaiki aspek keamanan dan kenyamanan lintasan, penataan Gasibu juga menyasar penyesuaian estetika kawasan dengan tetap mempertahankan lanskap alami maupun elemen buatan yang telah ada.
Terkait durasi pengerjaan proyek yang memakan waktu hingga awal tahun depan, ia menegaskan bahwa seluruh proses pengerjaan telah disesuaikan dengan tahapan teknis serta regulasi yang berlaku.
"Ya karena membutuhkan waktu seperti itu. Yang jelas kan di aturan, dimungkinkan ada rentang waktunya. Insya Allah kondisinya akan jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Karena itu kami mengimbau ke masyarakat, berikan kesempatan kami untuk menyelesaikan," tutur Herman.
Pemprov Jabar juga, tambah dia, tetap terbuka menerima kritik maupun saran dari publik selama pengerjaan berlangsung, demi memastikan Kawasan Gasibu kembali menjadi sarana olahraga yang aman, nyaman, dan representatif bagi warga Jawa Barat.
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.