Sebaran asap meluas di Sumut, jarak pandang turun hingga 1 kilometer - ANTARA News Sumatera Utara

2026/09/14

Madina (ANTARA) - Sebaran asap terdeteksi meluas di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Senin (14/9), dengan jarak pandang di beberapa lokasi turun hingga 1 kilometer.

Berdasarkan informasi Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, sebaran asap tersebut terpantau melalui citra sebaran asap wilayah Sumatera pada 14 September 2026.

Asap terdeteksi di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan, Mandailing Natal, Toba, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Sibolga, Asahan, Tanjungbalai, Batubara, Simalungun, dan Samosir.

Sebaran asap bergerak ke arah barat laut mengikuti pola angin yang bertiup dari arah tenggara.

Sementara itu, hasil pemantauan citra titik panas (hotspot) di Sumatera Utara pada 13 September 2026 mendeteksi empat titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah.

Empat titik panas tersebut masing-masing tiga titik berada di Kabupaten Tapanuli Selatan dan satu titik di Kabupaten Tapanuli Utara.

BBMKG Wilayah I Medan juga mencatat hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Silangit dan Stasiun Meteorologi Aek Godang pada 14 September menunjukkan jarak pandang berkisar 1 hingga 4 kilometer.

Penurunan jarak pandang tersebut terjadi bersamaan dengan kondisi kabut dan asap. Sementara berdasarkan pemantauan kualitas udara, konsentrasi PM2.5 di Sumatera Utara berada pada kategori sedang.

BBMKG Wilayah I Medan mengimbau masyarakat di wilayah dengan jarak pandang rendah akibat kabut dan asap agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, menjaga jarak aman, serta menggunakan perlengkapan yang sesuai.

Para kepala daerah juga diimbau berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri setempat serta mengikuti perkembangan informasi yang disampaikan BBMKG Wilayah I Medan.

Di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mukhsin Nasution mengajak masyarakat turut mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, memastikan api dari pembakaran sampah benar-benar padam, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

"Jangan membuka lahan dengan cara membakar, tidak meninggalkan sampah yang dibakar sampai benar-benar padam, dan tidak membuang puntung rokok sembarangan," kata Mukhsin, Senin (14/9).

Mukhsin juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

"Kita jaga alam, alam jaga kita. Bencana alam tanggung jawab kita bersama," ujarnya.

Pewarta: Holik
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.