Bandung (ANTARA) - Kertas sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari mencetak tugas, membuat dokumen, hingga kebutuhan perkantoran. Namun, pernah kepikiran nggak berapa banyak kertas yang bisa dihasilkan dari satu pohon? Jumlahnya ternyata bisa mencapai ribuan lembar, meski angka pastinya bergantung pada jenis dan ukuran pohon serta proses pengolahannya.
Pohon yang dimaksud dalam produksi kertas bukan sembarang pohon. Di Indonesia, bahan baku industri pulp dan kertas antara lain berasal dari akasia (Acacia mangium) dan eukaliptus. Kedua jenis pohon tersebut banyak digunakan karena memiliki serat kayu yang sesuai untuk diolah menjadi pulp atau bubur kertas.
Berdasarkan informasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, salah satu perhitungan memperkirakan satu pohon dengan ukuran tertentu dapat menghasilkan sekitar 57.727 lembar kertas A4 70 gram, atau setara dengan sekitar 115 rim. Namun, angka tersebut merupakan estimasi dan tidak bisa dijadikan patokan untuk semua pohon. Ukuran, jenis kayu, hingga proses produksi dapat mempengaruhi jumlah kertas yang dihasilkan.
Sementara itu, publikasi Institut Seni Indonesia Surakarta menyebutkan estimasi berbeda, yaitu satu batang pohon dapat menghasilkan sekitar 16 rim kertas atau sekitar 8.000 lembar. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa menghitung jumlah kertas dari satu pohon tidak sesederhana membagi satu batang kayu menjadi sejumlah lembar kertas.
Sebelum menjadi kertas yang siap digunakan, kayu terlebih dahulu melalui sejumlah proses. Kayu dipotong dan diolah menjadi serpihan, kemudian diproses menjadi pulp. Setelah melalui tahapan pengolahan, pulp dibentuk menjadi lembaran, dikeringkan, lalu dipotong sesuai ukuran yang dibutuhkan.
Karena membutuhkan bahan baku kayu, penggunaan kertas secara berlebihan tetap perlu diperhatikan. Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan:
* Gunakan kertas seperlunya, terutama untuk mencetak dokumen.
* Gunakan kedua sisi kertas untuk catatan atau dokumen yang tidak resmi.
* Pilih dokumen digital jika tidak membutuhkan versi cetak.
* Daur ulang kertas bekas yang masih dapat dimanfaatkan.
* Hindari mencetak dokumen yang sebenarnya masih bisa dibaca melalui HP atau laptop.
Jadi, saat menggunakan selembar kertas, ada baiknya kita nggak menganggapnya sebagai benda yang bisa langsung dibuang begitu saja. Di baliknya ada bahan baku, proses produksi, serta sumber daya yang digunakan. Menghemat kertas mungkin terlihat sebagai langkah kecil, tetapi jika dilakukan bersama-sama, dampaknya bisa lebih besar.
Pewarta: Isti Rahmawati Darmawan
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.