Simpang Empat (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana bersama Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat melakukan evaluasi dan monitoring penanganan pascabencana di daerah itu, Rabu.
Ketua Satgas Brigjen Pol. Yopie Indra Sepang di Simpang Empat, mengatakan evaluasi dan monitoring dilakukan untuk memastikan program rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai rencana serta memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak.
"Kami datang untuk mengakselerasi percepatan kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Pasaman Barat. Harapan kami, progres kegiatan ini dapat semakin terlihat signifikan," katanya.
Menurutnya monitoring mencakup kegiatan yang dibiayai melalui transfer ke daerah (TKD), program penanganan pascabencana, serta kegiatan yang anggarannya telah disalurkan melalui kementerian dan lembaga terkait.
Dia menekankan pentingnya koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan setiap kegiatan memiliki kejelasan lokasi, jenis pekerjaan, dan sumber pembiayaan.
Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah tumpang tindih program antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, kementerian, dan lembaga terkait.
Selain koordinasi, ia meminta dukungan dan pendampingan unsur kejaksaan, TNI, dan Polri agar seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai ketentuan, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail mengatakan pemerintah daerah terus mendorong percepatan pekerjaan fisik, meski pelaksanaannya turut dipengaruhi kondisi cuaca.
"Kami berharap arahan dan petunjuk dari Satgas dapat menjadi pedoman untuk mempercepat kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Kabupaten Pasaman Barat," ujar Doddy.
Dia menyebutkan Pasaman Barat telah menerima alokasi (TKD) sekitar Rp128 miliar untuk mendukung penanganan pascabencana dan pembangunan daerah.
Dukungan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga kegiatan dapat diselesaikan sesuai target.
Usai melakukan evaluasi tim satgas dan Pemkab Pasaman Barat melakukan peninjauan lapangan di Jembatan Batang Lampang dan ruas jalan MAN Kajai-Timbo Abu, Kecamatan Talamau.
Hasil monitoring selanjutnya menjadi bahan koordinasi untuk mempercepat pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di Pasaman Barat.
Kunjungan melibatkan unsur Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, dan pemangku kepentingan terkait.