Satay by the Bay Singapura Bakal Tutup, Ini Sate dan Jajanan Ikoniknya
2026/09/03
Galeri Foto
Sonia Basoni -
detikFood
Kamis, 03 Sep 2026 18:00 WIB
Singapura - Tempat makan sate ikonik di Singapura ini akan segera jadi kenangan. Satay by the Bay bakal tutup setelah terkenal sebagai spot kulineran lokal.
Satay by the Bay menjadi salah satu pusat kuliner populer di Gardens by the Bay, Singapura sejak 2013. Tempat makan terbuka ini berada di kawasan Marina Gardens. Foto: detikFood
Kabar Satay by the Bay tutup pada Oktober 2026 membuat warga Singapura sedih sekaligus bernostalgia. Tempat ini sejak lama lekat dengan budaya menikmati sate di Singapura. Foto: detikFood
Sebelum pandemi COVID-19, Satay by the Bay populer sebagai tempat nongkrong anak muda hingga malam. Belakangan, tempat ini lebih ramai saat sore dan akhir pekan. Foto: detikFood
Ada lebih dari 30 gerai makanan dan minuman yang bisa ditemukan di sini. Pilihannya beragam, mulai dari makanan khas Singapura hingga aneka minuman segar. Foto: detikFood
Sesuai namanya, sate menjadi salah satu makanan andalan di sini. Ada sate ayam, kambing, hingga babi yang dipanggang sampai kecokelatan dan sedikit garing. Foto: detikFood
Tak hanya sate, pengunjung bisa mencicipi orh luak atau oyster omelette. Hidangan kaki lima khas Singapura ini disajikan dengan isian tiram yang royal. Foto: detikFood
Ada pula otak-otak yang sekilas mirip dengan versi Indonesia. Namun, otak-otak khas Singapura memiliki cita rasa lebih manis dengan warna kemerahan. Foto: detikFood
Milo Dinosaur menjadi salah satu minuman populer di sini. Es Milo dingin tersebut semakin legit dengan tambahan bubuk Milo yang melimpah di bagian atasnya. Foto: detikFood
Setelah puas makan sate dan makanan gurih, pengunjung bisa berburu dessert tradisional. Pilihannya mulai dari es kacang, es campur durian, hingga es cendol. Foto: detikFood
Keberadaan tempat makan seperti ini berkaitan dengan tradisi satay club yang sudah ada di Singapura sejak 1940-an. Karena itu, penutupan Satay by The Bay ikut memicu kekhawatiran warga lokal soal hilangnya budaya satay club. Foto: detikFood