SARGA.CO Dorong Pacuan Kuda Indonesia Menuju Panggung Dunia lewat Indonesia’s Horse Racing

2026/09/07

SARGA.CO sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang olahraga dan hiburan. Perusahaan tersebut mengembangkan berbagai aspek penyelenggaraan event, mulai dari intellectual property (IP), hak siar, pengelolaan venue, hingga pengalaman penonton.

Sejak berdiri pada 2023, SARGA.CO mengembangkan IP Indonesia’s Horse Racing sebagai wadah kompetisi pacuan kuda profesional. Pada 2025, IHR menggelar sembilan event dengan mengusung tema "The Race of Rising Stars".

Memasuki 2026, IHR membawa tema "Race to the World Stage". Tema tersebut menjadi arah pengembangan kompetisi, termasuk dalam peningkatan kualitas produksi dan distribusi siaran pertandingan.

https://www.akurat.co/arena/828045/pengurus-provinsi-federasi-nasional-pordasi-berkuda-memanah-resmi-dilantik-siap-majukan-prestasi-daerah

Bersama PP PORDASI, SARGA.CO menghadirkan delapan kejuaraan dalam kalender IHR 2026. Kompetisi tersebut digelar di sejumlah wilayah dengan tradisi dan karakter olahraga berkuda yang berbeda.

Rangkaian IHR 2026 diawali melalui Jateng Derby di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, pada 15 Februari. Agenda berikutnya adalah Triple Crown Serie 1 dan Pertiwi Cup di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada 4 April.

Kompetisi berlanjut melalui Triple Crown Serie 2 dan Piala Raja Mangkunegaran di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton pada 10 Mei. Pada Juni, IHR menggelar Piala Paku Alam di Stadion Sultan Agung, Bantul.

Salah satu agenda utama IHR 2026 kemudian berlangsung melalui Indonesia Derby di Gelanggang Pacuan Kuda Legokjawa, Pangandaran, Jawa Barat, pada 26 Juli. Setelah itu, rangkaian kompetisi berlanjut melalui Merdeka Cup di Sumatera Barat pada Agustus.

Dua agenda terakhir dalam kalender IHR 2026 dijadwalkan berlangsung pada Oktober dan November. Kejurnas Seri II akan digelar di Sulawesi Utara pada Oktober, sedangkan Piala Hamengku Buwono X menjadi agenda penutup di DI Yogyakarta pada November.

Sebaran venue tersebut menunjukkan upaya IHR membawa kompetisi pacuan kuda ke sejumlah daerah. Setiap wilayah memiliki sejarah dan tradisi berkuda yang berbeda sehingga penyelenggaraan kejuaraan sekaligus mempertemukan berbagai karakter pacuan kuda di Indonesia.

Selain memperluas kompetisi, SARGA.CO juga mulai meningkatkan aspek penyiaran IHR. Sejumlah event pada 2026 diproduksi dengan menggunakan bahasa Inggris untuk membuka akses bagi penonton di luar Indonesia.

VP Marketing & Operation SARGA.CO, Kevin Jonathan, mengatakan produksi siaran dengan standar internasional merupakan salah satu bagian dari upaya membawa pacuan kuda Indonesia ke audiens global.

"Memproduksi sebuah siaran berstandar internasional untuk menjangkau masyarakat global merupakan salah satu implementasi dari tema IHR 2026, yaitu Race to the World Stage," ujar Kevin dalam keterangan resminya.

Menurut dia, siaran berbahasa Inggris diharapkan dapat memperkenalkan kompetisi pacuan kuda Indonesia kepada penonton dan komunitas olahraga berkuda di berbagai negara.

Langkah tersebut membuat pertandingan IHR tidak hanya dapat disaksikan oleh penonton yang hadir langsung di arena. Informasi mengenai perlombaan, kuda, joki, hingga lokasi penyelenggaraan dapat diperkenalkan melalui distribusi siaran yang lebih luas.

Direktur Komersial SARGA.CO, Diana Airin, menilai pengembangan pacuan kuda tidak hanya berkaitan dengan hasil pertandingan. Menurutnya, terdapat proses untuk membangun kompetisi yang lebih profesional dengan tetap mempertahankan hubungan dengan tradisi olahraga berkuda di Indonesia.

"Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan IHR sepanjang 2026. Bagi kami, IHR bukan hanya mengenai siapa yang menjadi juara di lintasan, melainkan juga bagian dari perjalanan untuk membangun pacuan kuda Indonesia menjadi semakin profesional dan modern, sekaligus tetap menghargai tradisi dan kearifan lokal," kata Diana.

Keberadaan berbagai venue menjadi salah satu bagian dari pendekatan tersebut. Lintasan di Jawa, Sumatera Barat, dan Sulawesi Utara memiliki latar belakang serta tradisi berkuda yang berbeda.

Perbedaan itu menjadi bagian dari identitas kompetisi IHR. Selain menghadirkan persaingan antarkuda dan joki, penyelenggaraan di berbagai daerah turut memperkenalkan karakter lokal yang menjadi bagian dari sejarah pacuan kuda Indonesia.

Melalui kalender kompetisi 2026, IHR berupaya membangun jalur pengembangan pacuan kuda yang lebih luas. Peningkatan kualitas pertandingan dan siaran menjadi bagian dari langkah untuk memperkenalkan olahraga tersebut kepada publik nasional maupun internasional.

Bagi SARGA.CO, pengembangan pacuan kuda tidak berarti meninggalkan sejarah yang telah melekat dalam olahraga tersebut. Tradisi dan budaya berkuda justru ditempatkan sebagai bagian dari identitas yang dibawa dalam proses menuju kompetisi dengan standar yang lebih modern.

Perjalanan IHR 2026 pun menjadi salah satu upaya mempertemukan dua sisi tersebut, yakni tradisi pacuan kuda di berbagai daerah dan kebutuhan pengembangan olahraga dalam ekosistem yang lebih profesional. Dari lintasan di sejumlah wilayah Indonesia, pacuan kuda diharapkan memiliki ruang yang lebih besar untuk dikenal di tingkat internasional.