SAR Natuna: 4 awak KM Samudra Jaya ditemukan nelayan Malaysia
Sabtu, 8 Agustus 2026 14:25 WIB
Korban saat di Malaysia pada Sabtu (8/8/2026). ANTARA/HO-Kantor SAR Natuna
Natuna (ANTARA) - Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/SAR) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau menyebutkan empat orang awak KM Samudra Jaya Kelautan yang dilaporkan hilang kontak sejak Senin (3/8) ditemukan selamat oleh nelayan Malaysia.
Kepala Kantor SAR Natuna Abdul Rahman di Natuna, Sabtu, mengatakan empat awak kapal itu ditemukan dalam kondisi selamat oleh kapal nelayan Malaysia bernomor PAF 5061 pada Kamis (6/8) dini hari di perairan negeri jiran tersebut.
Menurut dia, KM Samudra Jaya Kelautan mengalami kerusakan mesin pada Sabtu (1/8) malam, sekitar 36 nautical mile dari Pulau Berakit, Bintan. Tanpa daya dorong, kapal kemudian hanyut terbawa arus ke utara hingga memasuki perairan Malaysia. Pada Rabu (5/8) malam, kapal dilaporkan pecah dan tenggelam.
"Hingga pagi tadi, setelah berkoordinasi dengan MRSC Kuantan, kami telah memastikan seluruh kru KM Samudra Jaya Kelautan yang berjumlah empat orang telah tiba dengan selamat di Dermaga LKIM Kuantan," ucapnya.
Baca juga: BNPP perbaiki rumah warga di Natuna
Informasi mengenai keberadaan para korban di Malaysia diperoleh Kantor SAR Natuna melalui salah satu korban.
Hingga Sabtu (8/8) ini seluruh korban berada dalam penanganan sementara Maritime Rescue Sub Centre (MRSC) Kuantan dan tengah menjalani proses pemenuhan dokumen dasar di Markas Besar Maritim Negara Bagian Pahang.
Dengan adanya penemuan tersebut, operasi SAR terhadap KM Samudra Jaya Kelautan dinyatakan ditutup. Penutupan operasi dilakukan pada hari keenam. Dengan demikian, seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Kantor SAR Natuna menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim SAR yang terlibat, termasuk MRCC Putrajaya dan MRSC Kuantan, karena telah bekerja maksimal selama proses pencarian dan pertolongan.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.