Bogor -
Di Bogor, kamu bisa mencicipi sapo mie nikmat yang menjadi comfort food banyak orang. Cita rasanya simpel, tapi kelezatannya mengingatkan pada hidangan rumahan yang memberi rasa nyaman ketika disantap!
Sapomie Acek Ameng merupakan tempat makan sapo mie ala Chinese food yang populer di Kota Hujan. Berdiri sejak 2013, 'hidden gem' dalam Komplek Paswalpres Ciapus ini masih menjadi primadona sampai sekarang.
Terbukti, saat tim detikFood sambangi (16/8) akhir pekan, tempat makan ini jadi tujuan santap banyak orang. Meski lokasinya 'tersembunyi' di dalam perumahan, banyak orang rela menyambanginya demi seporsi sapo mie hangat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
| Detail Informasi (Nama Tempat Makan) | |
| Nama Tempat Makan | Sapomie Acek Ameng |
| Alamat | Jalan Anggrek Nomor 39, Ciomas, Bogor Di dalam Komplek Paswalpres Ciapus |
| sapomieacekameng | |
| Jam Operasional | 09.00-17.00 (Senin tutup) |
| Estimasi Harga | mulai dari Rp45 ribu |
| Tipe Kuliner | Sapo mie dan pempek |
| Fasilitas |
|
Racikan sapo mie homemade ala keluarga Acek Ameng
Meski lokasinya di dalam perumahan, Sapomie Acek Ameng ramai didatangi pelanggan. Foto: Andi Annisa DR/detikfood
Berbincang di dapur dengan istri Acek Ameng, ia menuturkan usaha keluarganya dirintis sejak 13 tahun lalu, tepatnya tahun 2013. Bermula dari tempat sederhana, kini area dapur dan tempat makannya lebih luas dan nyaman.
Wanita asal Jambi ini dulunya kerap membuat sapo mie untuk keluarganya saja. Namun karena cita rasanya dinilai lezat oleh orang-orang sekitar, ia didorong menjualnya.
Keluarga Acek Ameng menawarkan sapo, hidangan yang disajikan dalam panci tanah liat atau keramik (sapo). Penggunaan wadah ini bisa memastikan hidangan tetap hangat dalam waktu lama.
Pilihan isinya ada 3 yaitu mie, kwetiau, dan bihun. Tersedia dalam pilihan original (Rp45 ribu) dan spesial yang memakai topping lembaran daging sapi (Rp65 ribu).
Sapo diracik fresh setelah dipesan
Proses masak di Sapomie Acek Ameng. Foto: Andi Annisa DR/detikfood
Kalau makan di sini, kamu harus siap menunggu, apalagi jika datang di jam ramai. Sebab setiap sapo dimasak segar setelah dipesan.
Waktu perebusan per porsinya sekitar 6 menit. Isian mie/kwetiau/bihun akan dimasak bersama bumbu sapo yang gurih kental di dapur. Ditambah topping bakso ikan, bakso ayam, udang, sawi putih, sawi hijau, dan wortel.
Kami mengintip proses masak sapo yang dikerjakan oleh beberapa pegawai di dapur, di bagian belakang rumah makan. Mereka sigap mengaduk satu per satu isian sapo dengan sumpit dan meracik bumbu.
Nantinya, sapo disajikan dalam kondisi wadah tertutup untuk menjaga kehangatannya. Pembeli pun akan mendapati kuah sapo masih berbuih-buih ketika tutup sapo dibuka.
Cicip Sapomie Original dan Special yang bikin nagih
Sapomie versi original dengan isian mie. Foto: Andi Annisa DR/detikfood
Kami pesan Sapomie Original (Rp45 ribu) dengan isian mie. Mie yang dipakai merupakan mie telur bertekstur tebal mirip udon. Hanya saja warnanya kekuningan, teksturnya sedikit lebih padat, dan punya rasa gurih khas telur.
Mie homemade ini didatangkan dari langganan Sapomie Acek Ameng. Mereka mengatakan mie-nya dibuat segar tanpa bahan pengawet atau pengenyal.
Slurpp! Tekstur mie yang lembut licin berpadu nikmat dengan kuah sapo yang kental, gurih, dan manis. Cita rasanya khas dan aromanya harum, seperti paduan saus tiram, kecap ikan, minyak wijen, dan air kaldu pada sajian ini.
Seporsinya dilengkapi irisan sawi putih dan sawi hijau yang masih renyah segar. Kemudian ada bakso ikan, bakso ayam, dan udang.
Yang bikin kami suka, setiap kondimen sapo mie ini terasa fresh dan berkualitas. Aneka baksonya terasa 'daging' dan potongan udangnya manis juicy ketika digigit, menambah kenikmatan setiap santapan.
Sapomie Special dengan topping irisan daging sapi. Foto: Andi Annisa DR/detikfood
Untuk Sapomie Special (Rp65 ribu), kami memilih isian kwetiau. Kuahnya sama, tapi ada tambahan topping irisan daging sapi yang cukup tebal dengan tekstur juicy dan mudah digigit.
Rupanya, kami lebih suka sapo isi kwetiau karena teksturnya lebih lembut dan nikmat saat diseruput. Permukaan kwetiau yang licin juga seolah bisa 'mengikat' kuah sapo dengan lebih maksimal.
Oh ya, kalau mau lebih kaya rasa, aneka sapo di sini bisa diracik dengan sambal yang pedasnya kuat, acar cabai rawit, dan perusan jeruk kunci yang memberi aksen segar.
Menu pempek dan choipan patut dicoba
Pempek dan choipan juga bisa dicicip di Sapomie Acek Ameng. Foto: Andi Annisa DR/detikfood
Selain sapo dan kwetiau, Sapomie Acek Ameng juga menawarkan kudapan gurih berupa pempek dan choipan. Penjualnya punya stall khusus di area rumah makan.
Jenis pempek di sini cukup lengkap. Kami pesan Pempek Selam Besar (Rp27 ribu), Pempek Lenjer (Rp8 ribu), dan Pempek Cerewet (@Rp9 ribu). Adonan pempeknya terasa empuk kenyal dengan rasa gurih manis alami, pertanda pakai ikan segar.
Paling unik adalah pempek cerewet, berupa pempek lenjer kecil yang digoreng, dibelah bagian tengahnya, dan diisi campuran ebi (udang kering) giling, cabai rawit, serta kecap manis. Rasanya semakin nikmat dengan siraman cuka (cuko) yang asam manisnya seimbang.
Dessert es kacang merah dan minuman segar
Es kacang merah sebagai penutup santapan yang manis legit. Foto: Andi Annisa DR/detikfood
Sebagai penutup santapan, kami pesan Es Kacang (Rp22 ribu). Seporsinya berisi banyak kacang merah yang super empuk dan lembut. Kemudian diberi siraman susu cokelat yang tidak terlalu manis dan serutan es batu sebagai pemberi rasa segar.
Untuk minuman, Sapomie Acek Ameng menawarkan pilihan segar. Jangan lewatkan Es Jeruk Kunci (@Rp15 ribu) yang asam segar dan Liang Teh Es Batu (Rp17 ribu) yang manisnya lembut, dengan khasiat meredakan panas dalam.
Es Jeruk Kunci (kiri) dan Liang Teh (kanan) yang menyegarkan. Foto: Andi Annisa DR/detikfood
Oh ya, Sapomie Acek Ameng tutup setiap Senin dan kembali beroperasi pada Selasa-Minggu. Tempat ini juga menjamin menunya 100% halal sehingga muslim bisa bersantap.
Ingin tempat makan dan produk Anda direview oleh Detikfood? Kirim email ke [email protected]
Halaman 2 dari 2
(adr/adr)