Sampah Jadi Peluang Usaha, PLN UID Sumbar Resmikan Program Sofa Botik Mia

2026/09/14

Sijunjung (ANTARA) - Sampah plastik yang selama ini dipandang sebagai limbah dapat diolah menjadi karya bernilai guna sekaligus membuka peluang usaha. Upaya tersebut diwujudkan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat dengan meresmikan program pemberdayaan kelompok Sofa Botik Mia di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sijunjung, Kamis (10/9/2026).

Peresmian tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang mendorong pengembangan keterampilan pengolahan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis daur ulang. Kelompok Sofa Botik Mia merupakan kelompok masyarakat di Kabupaten Sijunjung yang bergerak dalam pengolahan sampah dan daur ulang produktif.

General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ririn Rachmawardini, menyampaikan bahwa pemberdayaan masyarakat perlu diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata sekaligus dapat dikembangkan secara berkelanjutan oleh penerima manfaat.

“Penguatan masyarakat tidak berhenti pada dukungan yang diberikan, tetapi bagaimana keterampilan tersebut dapat berkembang menjadi kegiatan produktif. Kami berharap program ini dapat membantu masyarakat mengolah potensi yang ada di lingkungannya menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi,” ujar Ririn.

Rangkaian kegiatan yang disiapkan kelompok Sofa Botik Mia mencakup penyuluhan pemilahan sampah rumah tangga, kelas dan pelatihan pembuatan karya kreatif dari bahan daur ulang, pelatihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pembinaan usaha yang telah terbentuk, hingga pameran produk kreatif daur ulang.

Ririn mengatakan, pengelolaan sampah dapat dikembangkan menjadi aktivitas produktif apabila didukung pengetahuan dan keterampilan yang tepat. Karena itu, penguatan kapasitas masyarakat menjadi penting agar kegiatan yang dijalankan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat terus berkembang.

“Yang kami dorong adalah tumbuhnya kemampuan masyarakat untuk mengelola dan mengembangkan kegiatan ini secara mandiri. Ketika sampah dapat diolah menjadi produk yang bernilai, manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi lingkungan, tetapi juga dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk berkarya dan mengembangkan usaha,” kata Ririn.

Pengembangan kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, termasuk rumah tangga, yayasan, kelompok pemberdayaan keluarga, organisasi kepemudaan, pemerintah daerah, perusahaan swasta, dan lembaga perbankan. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperluas pengembangan kegiatan daur ulang di Kabupaten Sijunjung.

Peresmian oleh PLN UID Sumbar menjadi penanda penguatan kegiatan Sofa Botik Mia dalam mengembangkan keterampilan daur ulang dan usaha produktif masyarakat. Kolaborasi ini mempertemukan upaya menjaga lingkungan dengan kebutuhan masyarakat untuk memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi.

Produk hasil pengolahan bahan bekas yang dikembangkan kelompok menunjukkan bahwa sampah dapat memiliki fungsi baru ketika diolah dengan kreativitas dan keterampilan. Proses tersebut sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk belajar, menghasilkan karya, dan mengembangkan aktivitas yang berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan.

Program ini diharapkan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat Sijunjung, tidak hanya dalam mengurangi sampah, tetapi juga dalam menambah keterampilan dan membuka peluang usaha. Dukungan PLN turut memperkuat kapasitas masyarakat agar potensi yang ada di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi kegiatan produktif yang memberi nilai tambah bagi kehidupan sehari-hari.