SAKIP 2026: Kulon Progo transparan data dan akuntabilitas anggaran
Kamis, 27 Agustus 2026 20:06 WIB
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan melakukan pemaparan program tematik di Kulon Progo, Kamis (27/8). ANTARA/HO-Humas Pemkab Kulon Progo
Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta menegaskan komitmennya penegakan transparansi data dan akuntabilitas anggaran dalam Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) 2026 demi membidik predikat kinerja tertinggi (AA).
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyampaikan seluruh pengisian data kinerja daerah kini disinkronkan secara terbuka berbasis big data hingga unit kerja terkecil untuk mencegah penyimpangan serta memastikan keterukuran program.
"Kami telah melakukan penyesuaian strategi agar seluruh program terukur secara kuantitatif hingga unit kerja terkecil. Pengisian data kinerja kini disinkronkan langsung berbasis big data," kata Agung, di Kulon Progo, Kamis.
Hal itu disampaikan Agung pada pemaparan capaian kinerja daerah kepada tim evaluator Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).
Ia menjelaskan penataan pohon kinerja yang terintegrasi dengan indikator makro mulai menunjukkan hasil positif.
Indikator tersebut mencakup peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang berada di atas rata-rata nasional, penurunan angka kemiskinan sebesar 1,09 persen periode 2024–2025, serta Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 2,14 persen.
"Untuk mendukung capaian kinerja yang berdampak langsung pada masyarakat, Pemkab Kulon Progo mengandalkan sejumlah program nyata, mulai dari beasiswa kuliah, pengembangan desa wisata, hingga optimalisasi fasilitas olahraga di kawasan paralayang dan Stadion Cangkring," katanya.
Sementara itu, Plt. Asdep Wilayah 3 Deputi Bidang Pengawasan Kementerian ATR/BPN Mita Hermawati mengapresiasi rekam jejak capaian SAKIP Kulon Progo yang secara konsisten berada di atas rata-rata nasional.
Ia menekankan pentingnya efisiensi anggaran dan inovasi digital untuk mendorong peningkatan nilai SAKIP daerah tersebut yang bertahan pada angka 83 selama empat tahun terakhir.
Mita menambahkan pada evaluasi SAKIP 2026, porsi bobot penilaian sebesar 50 persen dititikberatkan pada pemanfaatan hasil evaluasi untuk memberikan dampak nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
"Target kita bersama adalah mempertahankan predikat A dan berupaya melompat ke predikat AA dengan menajamkan efisiensi anggaran serta kolaborasi antar-OPD," kata Mita.
Rangkaian evaluasi interaktif ini turut diikuti oleh jajaran asisten daerah, kepala badan, serta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) se-Kabupaten Kulon Progo, dan hasil akhir penilaian SAKIP dijadwalkan diumumkan secara resmi oleh KemenPANRB pada akhir September 2026.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026