Safari Kebangsaan di Bandung, Warga Tionghoa dan Veteran Tanamkan Nilai Nasionalisme |Republika Online

2026/08/17

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ratusan warga Tionghoa yang tergabung dalam Masyarakat Tionghoa Peduli (MTP) mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di SD Bintang Mulia, Jalan Mekarwangi, Kota Bandung, Senin (17/8/2026). Kegiatan tersebut digelar bersama Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Jawa Barat dalam rangkaian safari kebangsaan yang telah berlangsung selama lima tahun.

Safari kebangsaan tersebut menyasar sekolah sebagai tempat untuk mengenalkan nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme kepada generasi muda. Kegiatan dilakukan secara bergilir di sejumlah institusi pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Koordinator Kegiatan MTP Herman Widjadja mengatakan, pemilihan sekolah sebagai lokasi kegiatan bertujuan agar nilai-nilai kebangsaan dapat disampaikan langsung kepada generasi muda.

"Kami laksanakan secara bergilir dari sekolah ke sekolah dengan tujuan membangkitkan rasa nasionalisme anak-anak sekolah, menumbuhkan disiplin, serta mengingat jasa para pendahulu yang telah berkorban demi kemerdekaan negeri ini," ucap Herman usai melaksanakan upacara, di Sekolah Bintang Mulia, Senin (17/8/2026).

Menurut Herman, safari kebangsaan tersebut telah dilaksanakan secara konsisten selama lima tahun sejak pandemi Covid-19. Selain mengenalkan sejarah perjuangan kemerdekaan, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat karakter dan rasa cinta Tanah Air di kalangan pelajar.

Ketua DPD LVRI Jawa Barat Mayor Jenderal TNI (Purn) Nandang Herawan mengatakan, keterlibatan veteran dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan pengalaman perjuangan kepada generasi muda.

"Kemerdekaan ini tidak diperoleh secara cuma-cuma atau diberi, melainkan direbut dengan perjuangan. Kami para veteran berjuang sejak masa revolusi fisik hingga hari ini untuk tetap menjaga, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan," kata Nandang.

Menurut Nandang, bentuk perjuangan veteran kini berubah dari perjuangan fisik menjadi penyampaian nilai dan pengetahuan kepada generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan di institusi pendidikan dengan memperkenalkan Jiwa Semangat Nilai-Nilai 1945.

"Kerja sama kami dengan yayasan pendidikan di tingkat SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi bertujuan membentuk jiwa generasi muda yang kokoh, memiliki karakter nasionalisme tinggi, cinta tanah air, serta memiliki rasa kepemilikan yang mendalam terhadap bangsa ini," ucap Nandang.