Rutan Rantau siapkan respons cepat hadapi bencana - ANTARA News Kalimantan Selatan

2026/09/16

Rantau (ANTARA) - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rantau, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, memperkuat kemampuan jajaran dalam merespons kondisi darurat guna memastikan keselamatan warga binaan dan petugas saat terjadi bencana.

Kepala Rutan Kelas IIB Rantau Renaldi Hutagalung mengatakan, kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam pengelolaan keamanan Rutan mengingat bencana dapat terjadi sewaktu-waktu dan membutuhkan penanganan yang cepat serta terkoordinasi.

"Kita tidak dapat memprediksi kapan kondisi bencana terjadi, sehingga kesiapsiagaan harus dipersiapkan sejak dini," ujarnya di Rantau, Kabupaten Tapin, Rabu.

Renaldi menekankan, jajaran Rutan perlu memiliki pemahaman yang sama mengenai langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat, terutama berkaitan dengan keselamatan warga binaan, petugas, dan keamanan lingkungan Rutan.

Menurut dia, penanganan bencana di lingkungan pemasyarakatan memiliki tantangan tersendiri karena petugas harus memastikan proses evakuasi dan penyelamatan berjalan tanpa mengabaikan aspek keamanan.

"Melalui sosialisasi ini, kami ingin seluruh jajaran memiliki pemahaman yang sama mengenai langkah yang harus dilakukan agar penanganan kondisi darurat dapat berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi," katanya.
Baca juga: Pemkab Tapin perkuat Pramuka guna bentuk karakter generasi muda

Ia menyebutkan, penguatan kesiapsiagaan ini dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Tapin.

"Materi pembekalan mengenai kewaspadaan, mitigasi risiko, prosedur menghadapi keadaan darurat, hingga langkah penanganan ketika bencana terjadi," ungkap Renaldi.

Renaldi menambahkan, keterlibatan instansi yang memiliki kapasitas dalam penanggulangan bencana dan pemadaman kebakaran penting guna memperkuat kemampuan petugas Rutan dalam menghadapi berbagai skenario keadaan darurat.

Ia berharap, penguatan ini tidak berhenti pada pemahaman prosedur, tetapi dapat diterapkan melalui koordinasi dan kesiapan jajaran sehingga respons terhadap bencana dapat dilakukan secara efektif.

"Kesiapsiagaan ini menjadi upaya untuk memastikan setiap potensi keadaan darurat dapat dihadapi dengan langkah yang terukur dengan tetap mengutamakan keselamatan," katanya menambahkan.

Pewarta: Muhammad Rastaferian Pasya
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.