Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Rumah Tahanan Negara Kelasa IIB Mentok, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Kementerian Agama Kabupaten Bangka Barat memberikan pelatihan cara pemulasaran jenazah kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bekal yang dapat dimanfaatkan usai menjalani masa hukuman.
"Kegiatan ini merupakan salah satu upaya kita memberikan modal keterampilan agar mereka nanti menjadi orang yang berguna di tengah masyarakat," kata Kepala Rutan Mentok Andri Ferly di Mentok, Selasa.
Menurut dia, pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama yang telah dilakukan Rutan Mentok bersama Kantor Kemenag Kabupaten Bangka Barat pada awal Oktober 2026.
Sebagai tahap awal, pelatihan dilaksanakan secara berkala oleh petugas penyuluh Kemenag yang diikuti sebanyak 25 orang WBP yang sudah memenuhi syarat.
"Ini merupakan salah satu upaya kita mengembalikan harkat dan martabat para WBP saat mereka telah bebas dari masa hukuman dan kembali hidup di tengah masyarakat, ilmu dan keterampilan yang kita berikan bisa langsung bermanfaat bagi WBP maupun warga sekitar," katanya.
Dengan memiliki keterampilan tersebut, diyakini WBP yang sudah keluar dari rutan akan mampu memperbaiki hidup, kehidupan dan penghidupan untuk memberikan nafkah kepada keluarga.
Dalam pelatihan itu, para WBP didorong untuk terus menggali ilmu yang diberikan petugas penyuluh karena tidak setiap tempat mengajarkan keterampilan itu, bahkan hingga bersertifikat.
"Para peserta juga mendapatkan pengetahuan dan keterampilan bersertifikat bisa digunakan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat, ini penting untuk mengembalikan hubungan baik di tengah masyarakat," ujarnya.
Ia berpesan kepada para peserta agar memanfaatkan kesempatan pelatihan sebaik-baiknya karena dengan memiliki keterampilan merawat jenazah maka akan bisa turun langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan jasa merawat jenazah.
"Dengan aktif dalam berbagai kegiatan di kampung maka harkat dan martabat warga yang sudah menjalani masa tahanan akan kembali, saat mereka terlihat memiliki perubahan kemajuan, maka dengan sendirinya akan menerima pengakuan di tengah masyarakat," katanya.
Ia mengatakan pelaku melayani perawatan jenazah di daerah itu tidak banyak sehingga masih memiliki peluang, baik di lingkungan sekitar tempat tinggal maupun peluang mengisi lowongan pekerjaan di rumah sakit.
"Rumah sakit selalu membutuhkan jasa pemulasaraan, kita targetkan nanti seluruh WBP bisa ikut pelatihan ini hingga mahir dan mendapatkan sertifikat dari lembaga terkait," katanya.
Petugas Penyuluh Kemenag Bangka Barat Ahmad Soleh mengatakan cara pemulasaran jenazah dilaksanakan setiap pekan yang terbagi dalam beberapa kali pelatihan.
"Pelatihan merawat jenazah diberikan mulai dari materi dasar, pengetahuan terkait hukum Islam, tata cara memandikan jenazah hingga mengafani," katanya.
Setelah para peserta mahir, maka akan dilakukan uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat dari Kemenag.
Ia mengatakan selama ini sudah ada beberapa kegiatan hasil kerja sama antara Rutan Mentok dengan Kemenag Bangka Barat, antara lain penyediaan khatib untuk salat Jumat, imam tarawih, khatib Idul Fitri dan kegiatan penyuluhan keagamaan lainnya.
"Untuk pelatihan pemulasaran jenazah ini merupakan kegiatan baru yang diinisiasi Rutan Mentok, dan mungkin ini juga yang pertama di rutan dan lapas di Babel. Kegiatan positif seperti ini akan terus kita laksanakan demi kebaikan para warga binaan ke depan," katanya.
Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.