Rupiah Berbalik Melemah ke Rp18.075 per Dolar AS, Sikap Baru The Fed Bikin Arah Pasar Sulit Ditebak

2026/07/30

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:00 WIB

<

Baca Juga

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

p>

Baca Juga

Jakarta, VIVA

Baca Juga

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak di zona merah pada awal perdagangan Kamis (30/7/2026). Mata uang Garuda dibuka melemah tipis setelah sehari sebelumnya berhasil mengakhiri perdagangan dengan penguatan.

Berdasarkan data awal perdagangan, rupiah melemah 2 poin atau sekitar 0,01 persen menjadi Rp18.075 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp18.073 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka terdepresiasi sekitar 0,03 persen ke posisi Rp18.050 per dolar AS. Pelemahan tersebut sekaligus memutus tren penguatan yang sempat terjadi pada perdagangan sebelumnya.

Pada Rabu (29/7/2026), rupiah berhasil ditutup menguat 0,06 persen di level Rp18.045 per dolar AS setelah sempat menyentuh Rp18.100 per dolar AS pada awal perdagangan.

Dolar AS Bergerak Stabil Setelah Keputusan The Fed

Pergerakan rupiah terjadi setelah bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen.

Keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi mayoritas pelaku pasar sehingga tidak memicu gejolak besar di pasar keuangan global.

Di sisi lain, indeks dolar Amerika Serikat (Dollar Index/DXY), yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia, tercatat bergerak stabil di level 100,880 hingga pukul 09.00 WIB.

Stabilnya indeks dolar terjadi setelah sehari sebelumnya DXY mengalami penurunan sebesar 0,52 persen sebagai respons atas hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC).

Pelemahan Dolar Global Belum Mampu Mengangkat Rupiah

Secara fundamental, rupiah sebenarnya memperoleh sentimen positif dari pelemahan dolar AS di pasar global pasca pengumuman hasil rapat FOMC.

Melemahnya mata uang AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia dipicu oleh keputusan The Fed yang memilih mempertahankan tingkat suku bunga acuan. Kebijakan tersebut mengurangi sebagian ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pengetatan moneter dalam waktu dekat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, sentimen positif tersebut belum mampu mendorong rupiah bertahan di zona hijau pada awal perdagangan Kamis.

Pelaku pasar masih memilih berhati-hati mengingat ketidakpastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat ke depan masih cukup tinggi.

Halaman Selanjutnya

Keputusan The Fed Tidak Diambil Secara Bulat