Surabaya (ANTARA) - RSUD Dr Soetomo Surabaya menangani dua korban kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, yang mengalami luka bakar serius, saat terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Bromo.
"Kedua pasien tersebut diterima di RSUD Dr Soetomo pada Kamis (15/10) malam setelah sebelumnya mendapatkan penanganan medis di RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo," kata Staf Instalasi Hukum, Humas, dan Pemasaran RSUD Dr Soetomo, Adin Niken Primasari, dikonfirmasi di Surabaya, Jumat.
Pasien pertama tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr Soetomo pada pukul 20.45 WIB dan menjalani operasi sejak dini hari. Hingga Jumat, proses operasi terhadap pasien tersebut masih berlangsung.
“Pasien yang pertama diterima di IGD pukul 20.45 WIB. Sudah dilaksanakan operasi pada dini hari dan hingga saat ini masih berlangsung operasinya,” kata Niken.
Sementara itu, pasien kedua diterima pada pukul 21.36 WIB dan masih menjalani observasi di ruang resusitasi (RES) sebelum menjalani tindakan operasi.
“Pasien yang kedua diterima pukul 21.36 WIB. Rencana akan dioperasi, saat ini masih observasi di RES,” ujarnya.
Kedua korban sebelumnya mengalami luka bakar saat terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Bromo.
Berdasarkan informasi yang dihimpun ANTARA, kebakaran terjadi di kawasan TNBTS, tepatnya di Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (15/10).
Kabid Humas Kepolisian Daerah Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan sebanyak 12 orang yang terdiri atas petugas TNBTS, anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), dan karyawan hotel berangkat menuju lokasi kebakaran sekitar pukul 09.00 WIB untuk membantu pemadaman.
Sekitar pukul 13.30 WIB, petugas dan relawan menerima informasi bahwa sejumlah orang yang turut memadamkan api diduga terjebak di sekitar lokasi kebakaran.
Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan enam orang yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Dalam perkembangan selanjutnya, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi empat orang. Sementara itu, dua korban lainnya, yakni Munawi dan Suraji, mengalami luka bakar serius dan dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya.
Polda Jatim masih mendalami penyebab kebakaran dan rangkaian kejadian yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka. Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai kronologi peristiwa tersebut.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.