RSMS Purwokerto digitalisasi tata kelola aset tingkatkan efisiensi
Kamis, 6 Agustus 2026 15:49 WIB
Kepala Subbagian Rumah Tangga RSUD Prof Dr Margono Soekarjo (RSMS) Wasis Dwi Hartanto menjelaskan cara kerja aplikasi Smart Asset untuk mendukung tata kelola aset di RSMS Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (6/8/2026). ANTARA/Sumarwoto
Purwokerto (ANTARA) - RSUD Prof Dr Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengembangkan aplikasi Smart Asset untuk mendigitalisasi tata kelola aset rumah sakit sehingga pengelolaan menjadi lebih efisien, akuntabel, dan berbasis data terintegrasi.
Kepala Subbagian Rumah Tangga RSMS Wasis Dwi Hartanto di Purwokerto, Kamis, mengatakan Smart Asset dikembangkan untuk mengintegrasikan seluruh data aset rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu dalam satu sistem sehingga memudahkan pemantauan, pengelolaan, pemeliharaan, dan pengambilan keputusan berbasis data oleh manajemen.
"Smart Asset merupakan akronim dari Sistem Manajemen Aset Rumah Sakit Terintegrasi. Latar belakang pengembangannya karena jumlah aset di RSMS mencapai sekitar 25 ribu aset, sedangkan aset alat kantor dan rumah tangga mencapai sekitar 11 ribu aset," katanya.
Ia mengatakan besarnya jumlah aset tersebut menjadi tantangan dalam tata kelola karena selama ini rumah sakit belum memiliki basis data induk yang mampu menghimpun seluruh informasi aset secara terpusat.
Akibatnya, proses pencatatan dan pembaruan data masih dilakukan secara manual menggunakan lembar kerja elektronik sehingga membutuhkan waktu lebih lama dan menyulitkan ketika terjadi penambahan, perpindahan, maupun perubahan kondisi aset.
Melalui Smart Asset, seluruh data aset akan tersimpan dalam satu sistem yang dapat diakses oleh setiap unit kerja maupun manajemen melalui dasbor yang menyajikan informasi secara waktu nyata.
"Dari level direktur kita bisa mengetahui jumlah aset yang dimiliki rumah sakit, penambahan aset setiap tahun, hingga riwayat pemeliharaan maupun kerusakan aset. Nilai aset yang mengalami penyusutan juga dapat ditampilkan sehingga menjadi dasar dalam pengambilan keputusan," katanya.
Menurut dia, aplikasi tersebut juga akan terhubung dengan proses pengadaan barang dan e-planning sehingga seluruh perencanaan kebutuhan aset dapat dilakukan berdasarkan data yang akurat dan terkini.
Selain meningkatkan akurasi data, sistem tersebut diharapkan memperkuat akuntabilitas karena seluruh informasi tersimpan dalam satu basis data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ia mengatakan Smart Asset akan memberikan kemudahan bagi setiap unit kerja untuk memperbarui data aset secara mandiri ketika menerima tambahan barang sehingga informasi yang tersedia selalu mutakhir tanpa harus melakukan pencatatan manual.
Di samping itu, digitalisasi pengelolaan aset juga akan meningkatkan efisiensi pemanfaatan barang karena rumah sakit dapat mengidentifikasi aset yang belum digunakan secara optimal untuk kemudian dialihkan ke unit kerja lain yang membutuhkan.
"Ini akan jauh lebih efisien karena kita bisa mengendalikan barang-barang yang ada di satu tempat. Kalau ada unit yang membutuhkan barang, sementara di unit lain masih ada barang yang belum dimanfaatkan, aset tersebut bisa dialihkan sehingga pemanfaatannya menjadi lebih optimal," katanya.
Selain itu, kata dia,setiap perpindahan aset antarunit nantinya wajib melalui persetujuan pengelola barang dan akan tercatat secara otomatis dalam sistem.
Dengan mekanisme tersebut, seluruh riwayat pergerakan aset dapat dipantau secara waktu nyata sehingga pengawasan, inventarisasi, dan pengendalian aset rumah sakit menjadi lebih tertib.
Wasis mengharapkan Smart Asset menjadi bagian dari transformasi digital RSMS Purwokerto dalam memperkuat tata kelola aset, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, serta mendukung pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.