Jakarta -
Tersembunyi di dalam gang Benhil, rumah makan Pagi Sore menawarkan menu masakan Padang unik. Memadukan gaya Minang-Medan-Aceh, menunya gulai kerapu hingga rendang.
Di kawasan Bendungan Hilir memang banyak berdiri rumah makan Padang. Namun, jika mencari tempat 'hidden gem' dengan cita rasa masakan dan menu berbeda, rumah makan Padang ini jangan sampai dilewatkan.
Tak seperti kebanyakan rumah makan Padang lainnya yang berdiri di pinggir jalan besar kawasan Benhill, RM Pagi-Sore justru lokasinya ada di dalam gang kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masuk sedikit dalam gang, kamu akan menemukan sebuah rumah sederhana yang menawarkan beberapa pilihan masakan khas Sumatera yang jarang ditemukan di tempat lain.
Rumah makannya tidak begitu besar dengan bangunan mirip seperti rumah hunian, tetapi disulap menjadi tempat makan umum. Meja dan kursi tersedia di beberapa area, mulai dari area teras depan, area dalam, dan ada dua ruangan lagi yang juga menjadi menyediakan tempat untuk bersantap.
Kalau makan di sini, kamu bisa memilih sendiri lauk di etalase atau minta dihidangkan langsung di meja.
1. Menu masakan Minang-Medan-Aceh
Rm Pagi Sore yang legendaris di kawasan Benhill. Foto: Detikcom / Atiqa Rana
Rumah makan Pagi Sore sudah hadir sejak 1990-an dan kini telah dipegang oleh Nanda, penerus generasi ketiga.
Berbeda dengan restoran Pagi-Sore kabanyakan, rumah makan ini dinamakan Pagi-Sore karena sejak generasi pertama, namanya sudah ditetapkan seperti itu. Pagi-Sore juga merujuk pada jam operasionalnya yang buka dari pagi sampai sore hari.
Jika rumah makan Padang di Jakarta banyak yang bergaya Minang asli, di rumah makan ini mereka justru memadukan masakan dari beberapa daerah Sumatera.
"Kita campuran sih, ada Padangnya, ada Medannya, ada Acehhya. Kalau Padangnya di sini ada rendang, kalau Medannya ada tauco, kalau kambing dari Aceh," ujar Nanda kepada detikFood.
Generasi pemilik sebelumnya, Ferra menceritakan kepada detikFood jika perpaduan masakan di rumah makan ini tak luput dari asal usul keluarganya yang orang Padang tetapi lahirnya di Medan.
Soal resep, semuanya juga masih menggunakan resep lama berbekal dengan warisan pengetahuan resep dari generasi pertama.
Nanda sebagai penerus generasi ketiga juga mengungkap jika semua resepnya masih sama. Bahkan takarannya juga tidak ada yang diubah.
2. Menu gulai kerapu yang pedas menyegarkan
Menu gulai kerapu yang nikmat dan menyegarkan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana
Salah satu menu spesial di sini adalah Kerapu Gulai (Rp 30.000). Memang dalam sehari mereka tidak begitu banyak menyiapkan kerapu, hanya 2 kilogram, tetapi menu ini cukup favorit di kalangan banyak pelanggan.
Ikan kerapu diolah sedemikian rupa hingga punya aroma yang tak amis sama sekali. Dagingnya juga sangat lembut dan cenderung basah lembap. Dimasak dengan kuah gulai berwarna oranye pekat, tampilannya semakin menggugah selera.
Kuah gulainya punya tekstur yang cenderung cair dengan rasa dominan gurih disusul dengan rasa pedas cabai lada yang cukup kuat di ujung lidah, menambah sensasi yang menyegarkan.
Dinikmati dengan nasi hangat saja sudah sangat nikmat loh.
Selain menu gulai kerapu sebenarnya ada menu kakap goreng yang tak kalah jadi favorit. Dalam sehari mereka bisa menghabiskan kisarannya 120-150 potong.
3. Rendang basah jadi favorit
Hadir juga rendang basah yang tak kalah nikmat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana
Untuk hidangan khas Minang, Rumah makan Pagi-Sore punya menu rendang. Seporsinya dibanderol Rp 21.000.
Tidak seperti rendang Padang pada umumnya yang dimasak sampai berbumbu kehitaman, di sini rendangnya punya warna yang masih cokelat kemerahan. Selain itu, rendangnya juga dimasak agak basah mirip kalio.
Dagingnya dibalut gumpalan bumbu rendang yang kental pekat, bukan tipe yang bumbunya berminyak.
Dagingnya empuk, berserat, dengan rasa rempah dan gurih kuat. Ada pun sentuhan pedas yang terasa di akhir.
4. Tauco dan ayam goreng yang spesial
Pelengkap makanan di sini adalah sayur tauconya. Foto: Detikcom / Atiqa Rana
Sayuran pendamping di rumah makan ini juga unik. Bukan dilengkapi dengan sayur nangka dan daun singkong, melainkan di sini pelengkapnya ada sayur tauco khas Medan.
Tampilannya agak mirip dengan sayur nangka tetapi sayuran ini berbahan dasar terong, kacang panjang, cabai hijau, dan cabai merah. Lalu tauconya dimasak dengan santan encer.
Terong dan isian lainnya punya tekstur agak lembek karena direndam dengan kuah tauco. Kuah tauconya sendiri terasa gurih ringan dengan after taste pahit di ujung lidah.
Menu Ayam Goreng (Rp 21.000) juga tak kalah nikmat dimakan bersama dengan sayur tauco yang gurih ringan khas.
5. Kunci mempertahankan bisnis
Berdiri puluhan tahun, Nanda mengungkap jika tantangan memang selalu ada terutama ketika banyaknya pesaing baru. Namun, untuk mengatasi hal tersebut rumah makan Pagi Sore ini bertekad untuk selalu mempertahankan rasa.
"Karena pelanggannya juga udah lama, turun temurun," jelasnya.
Banyak juga orang kantoran dan luar kota, seperti Palembang dan Sumatera yang sering mampir ke Pagi-Sore. Bahkan, sejumlah food vlogger hingga tokoh politik, seperti menteri suka mampir ke sini.
"Ada banyak. Kemarin Mgdalena, trus acara si boengkoes, ada juga pejabat-pejabat yang menteri-menteri," jelas Nanda.
Menurut Nanda, kebanyakan pelanggan mampir ke rumah makan Pagi Sore untuk menikmati hidangan favorit kakap goreng dan sayur tauconya.
Halaman 2 dari 2
(aqr/adr)