AKURAT.CO Pemerintah telah merevitalisasi SMP Negeri 6 Kupang Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mulai Februari 2026, seluruh guru dan murid resmi meninggalkan gedung lama dan menempati fasilitas baru yang dibangun dengan standar kelayakan penuh.
Selama bertahun-tahun akibat keterbatasan ruang kelas, sekolah menerapkan sistem double shift (sekolah pagi dan siang). Hal tersebut berimbas pada dipotongnya jam pelajaran agar siswa sesi siang tidak pulang larut malam.
Maka dengan selesainya pembangunan gedung baru secara 100 persen, sistem dua sesi tersebut resmi dihapuskan. Seluruh guru dan siswa kini dapat memulai pembelajaran bersama-sama di pagi hari secara lebih fokus, efektif, dan kondusif.
Baca Juga: Tidak Hanya Revitalisasi Hotel Sultan, Prabowo Instruksikan Penataan Ulang Kawasan GBK
Selain menghapus sistem shift, revitalisasi untuk fasilitas kesehatan juga ditingkatkan. Sebelumnya, sebanyak 300 siswa dan 25 guru harus berbagi tiga unit toilet yang sebagian diantaranya mengalami kerusakan dalam beberapa tahun terakhir.
Ruang guru bahkan harus campur aduk dengan gudang penyimpanan barang, ruang kepala sekolah, serta administrasi. Melalui program revitalisasi, infrastruktur sanitasi dirombak dengan penambahan 6 unit toilet baru yang higienis serta penyediaan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang memadai.
Guru Informatika Benedikta Barek Aran atau Ibu Dita, yang juga operator sekolah, mengatakan kehadiran ruang UKS baru membawa kenyamanan untuk para siswa. Menurutnya, lingkungan sekolah yang kini tenang dan damai berdampak langsung pada gairah belajar siswa yang kian meningkat.
"Kalau dulu ada siswa yang sakit, terutama siswa perempuan, kami kesulitan melakukan penanganan medis karena tidak adanya ruangan khusus. Sekarang fasilitasnya jauh lebih baik, kami sudah memiliki ruang UKS dan ruang guru yang layak," ungkapnya.
"Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah menghadirkan program revitalisasi ini, sehingga sekolah kami kini memiliki bangunan yang memadai. Terima kasih juga kepada Bapak Menteri atas segala perjuangannya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia," ujar Dita.
Menurutnya, program ini tidak hanya menghadirkan perubahan pada sarana pendidikan, tetapi juga membangkitkan semangat baru bagi guru dan siswa dalam menjalankan proses belajar mengajar.
Baca Juga: Tinjau Revitalisasi Pasar Lama Mbongawani, Gibran: Pemerintah Terus Dorong Penguatan Ekonomi Rakyat
Bagi para guru, perubahan tersebut dirasakan sejak sekolah mulai menempati bangunan hasil revitalisasi. Proses pembelajaran yang sebelumnya berlangsung di tengah berbagai keterbatasan kini berjalan lebih tertata dan kondusif.
Kondisi tersebut memberikan ruang bagi guru untuk mengajar dengan lebih optimal sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman bagi peserta
"Keadaan sekolah yang nyaman menciptakan lingkungan yang kondusif, damai, dan tenang. Dari situ anak-anak bisa belajar dengan lebih giat dan rajin sehingga dapat menghasilkan generasi penerus yang lebih baik," ucapnya.