Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:02 WIB
Jakarta, tvOnenews.com - Buntut pernyataan mantan Presiden ke-7 RI, Jokowi terkait operasi politik karena mencuatnya isu Ijazah Gibran hingga pemakzulan. Sontak, membuat PDIP lontarkan respons menohok ke Jokowi.
Baca Juga
PDIP melalui Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo menilai dugaan operasi politik yang dilontarkan Jokowi hanya mungkin digerakkan oleh pihak yang memegang kekuasaan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bahkan ia menduga, bahwa pihak yang melakukan pergerakan tersebut kemungkinan belajar dari gaya politik ayahnya Gibran, yaitu Jokowi sendiri.
Baca Juga
"Kalau operasi seperti ini hanya mungkin dilakukan oleh orang yang berkuasa. Terus mau tuduh siapa? Mungkin yang melakukan operasi ini belajar dari yang sekarang omong," beber Andreas pada awak media, Jumat (16/10/2026).
Tak hanya Andreas Hugo yang berkomentar soal pernyataan mertua Bobby Nasution. Namun, politisi PDIP lainnya, Mohamad Guntur Romli, menilai bahwa operasi politik sejatinya justru dilakukan oleh Jokowi sendiri demi melanggengkan kekuasaan.
Baca Juga
Bahkan dia mencontohkan sejumlah proses yang meloloskan Gibran ke panggung kepemimpinan nasional, mulai dari Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/2023 hingga penerbitan Surat Keterangan (Suket) Penyetaraan Ijazah.
"Justru sebaliknya, lolosnya Gibran itu karena operasi politik. Operasi politik melalui Putusan MK 90/2023, operasi politik Suket yang tidak ada dasar ijazahnya bisa keluar sehari, serta operasi politik PKPU Nomor 19/2023 Pasal 18 ayat 3," beber Guntur dikutip pada Minggu (17/10/2026).
Guntur juga menilai, rentetan kejanggalan tersebut merupakan bentuk manipulasi kekuasaan yang terjadi pada masa pemerintahan Jokowi.
"Operasi politik memanipulasi kekuasaan terutama oleh presiden yang berkuasa saat itu, Jokowi bapaknya Gibran dan Anwar Usman adik ipar Jokowi sekaligus paman Gibran," pungkas Guntur.
Sebelumnya diberitakan, mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi mengendus penumpang gelap di isu ijazah anak sulungnya, yang merupakan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bahkan Jokowi menyebutkan isu ijazah Gibran merupakan operasi politik yang ditunggangi oleh penumpang gelap.
"Sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi (isu ijazah Gibran) lagi, jadi ramai lagi," ucap Jokowi di kediamannya di Sumber, Solo, Jawa Tengah, Jumat (16/10/2026).
Halaman Selanjutnya
Bahkan kata dia, polemik terkait ijazah sengaja dilontarkan untuk merusak reputasi politiknya dan juga Gibran.